Singapura Jadi Negara Asia dengan Belanja OnlyFans Tertinggi

Jumali
Jumali Sabtu, 12 September 2026 21:57 WIB
Singapura Jadi Negara Asia dengan Belanja OnlyFans Tertinggi

Paspor Singapura/Ist

Harianjogja.com, SINGAPURA—Singapura menjadi negara Asia dengan estimasi pengeluaran OnlyFans per 10.000 orang dewasa tertinggi dalam analisis OnlyFinder 2026. Total pengeluaran pengguna di negara tersebut diperkirakan mencapai US$18,8 juta, sedangkan nilai per 10.000 orang dewasa mencapai US$36.955.

Dengan angka tersebut, Singapura menempati peringkat ke-17 secara global untuk pengeluaran per 10.000 orang dewasa. Dalam daftar tersebut, Singapura berada di antara Polandia dan Swedia.

Angka itu merupakan estimasi, bukan data transaksi resmi yang dirilis OnlyFans. OnlyFinder menggunakan model statistik untuk memperkirakan distribusi pengeluaran pengguna berdasarkan data pencarian dan sejumlah indikator ekonomi.

Singapura Tertinggi di Asia Berdasarkan Pengeluaran per 10.000 Orang Dewasa

Posisi Singapura menjadi menarik karena peringkat tersebut menggunakan ukuran pengeluaran per 10.000 orang dewasa, bukan total nilai transaksi suatu negara. Ukuran ini memungkinkan perbandingan antarnegara dengan jumlah penduduk yang berbeda.

Dalam daftar global, Amerika Serikat berada di posisi pertama dengan estimasi US$180.514 per 10.000 orang dewasa. Finlandia menyusul dengan US$106.214, kemudian Irlandia sebesar US$80.861.

Norwegia, Swiss, dan Inggris juga mencatat angka lebih tinggi daripada Singapura. Australia berada di angka US$56.383 per 10.000 orang dewasa, sedangkan Kanada mencapai US$50.665.

Untuk total pengeluaran, posisi Singapura berbeda. OnlyFinder memperkirakan pengguna di negara tersebut menghabiskan US$18,8 juta pada 2026 dan menempatkannya di peringkat ke-35 dunia. Singapura juga berada di peringkat keenam kawasan Asia-Pasifik berdasarkan total pengeluaran, di bawah Jepang yang mencapai sekitar US$22,4 juta.

Australia menjadi negara dengan total pengeluaran terbesar di kawasan Asia-Pasifik, yakni sekitar US$120,2 juta. Namun, jika menggunakan ukuran pengeluaran per 10.000 orang dewasa, Singapura tetap berada di antara negara dengan angka tertinggi di kawasan tersebut.

Amerika Serikat Masih Mendominasi

Amerika Serikat menjadi pasar terbesar dalam perhitungan total pengeluaran. OnlyFinder memperkirakan pengguna di negara tersebut menghabiskan sekitar US$4,82 miliar pada 2026. Angka itu setara dengan sekitar 62 persen dari estimasi pengeluaran pengguna OnlyFans secara global.

Inggris berada di posisi berikutnya dengan estimasi pengeluaran sekitar US$352,24 juta. Besarnya pasar Amerika Serikat membuat negara tersebut tetap menjadi pusat utama aktivitas belanja di platform tersebut.

Data OnlyFinder menunjukkan bahwa angka Singapura tidak dapat dibaca sebagai total pengeluaran terbesar di Asia. Posisi Singapura sebagai yang tertinggi mengacu pada pengeluaran per 10.000 orang dewasa, sedangkan berdasarkan total nilai belanja masih ada negara Asia-Pasifik lain yang berada di atasnya.

Bagaimana OnlyFinder Menghitungnya?

OnlyFinder tidak memiliki akses langsung terhadap data transaksi pembayaran OnlyFans. Karena itu, angka yang dipublikasikan merupakan hasil estimasi menggunakan model yang menggabungkan sejumlah sumber data.

Analisis tersebut menggunakan data permintaan Google selama dua tahun terhadap 14.527 kata kunci yang berkaitan dengan OnlyFans. Data tersebut mencakup 217 negara dan 292 kota, dengan lebih dari 177 juta kombinasi data kata kunci, lokasi, dan periode bulanan setelah proses pengolahan.

Aktivitas pencarian kemudian diberi bobot menggunakan data pendapatan per pencarian dari jaringan iklan OnlyFinder serta data pendapatan Bank Dunia. Estimasi tersebut selanjutnya disesuaikan dengan pembagian pendapatan berdasarkan wilayah yang terdapat dalam laporan keuangan Fenix International, perusahaan induk OnlyFans.

Karena menggunakan pendekatan tersebut, angka pengeluaran per negara sebaiknya dibaca sebagai perkiraan lokasi konsentrasi belanja, bukan catatan pembayaran aktual yang dilakukan setiap pengguna.

Berapa Besar Uang yang Berputar di OnlyFans?

Besarnya angka estimasi tersebut juga perlu dilihat dalam konteks skala bisnis OnlyFans. Fenix International melaporkan pendapatan sekitar US$1,6 miliar untuk tahun buku yang berakhir November 2025, naik sekitar 10 persen dari periode sebelumnya. Laba sebelum pajak perusahaan mencapai sekitar US$715 juta.

Dalam periode tersebut, sekitar US$6,2 miliar dibayarkan kepada kreator. Angka pembayaran tersebut berasal dari nilai transaksi pengguna setelah OnlyFans mengambil komisi 20 persen. Secara kumulatif, pembayaran kepada kreator sejak platform diluncurkan pada 2016 telah melampaui US$30 miliar.

CEO OnlyFans Keily Blair juga menyebut lebih dari 5.000 kreator telah memperoleh pendapatan lebih dari US$1 juta sejak platform tersebut diluncurkan. Perusahaan juga telah membayar lebih dari GBP600 juta dalam pajak korporasi di Inggris sejak 2016.

OnlyFans didirikan pada 2016 dan dikenal luas sebagai platform berlangganan yang memungkinkan kreator memperoleh pendapatan langsung dari penggemar. Model bisnisnya mencakup biaya langganan, tip, serta konten berbayar berdasarkan permintaan.

Meski identik dengan konten dewasa, platform tersebut juga digunakan oleh kreator dari bidang lain, termasuk kebugaran, musik, dan memasak.

Data terbaru tersebut menempatkan Singapura sebagai salah satu negara dengan tingkat pengeluaran OnlyFans per 10.000 orang dewasa yang tinggi, sementara Amerika Serikat tetap menjadi pasar terbesar jika dilihat dari total nilai pengeluaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online