Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp5,2 Triliun
MotoGP Mandalika 2026 mencatat 157.875 pengunjung dan dampak ekonomi Rp5,2 triliun, meningkat 4,8% dibandingkan tahun lalu.
Ilustrasi penukaran mata uang rupiah dengan dolar Amerika Serikat/ Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (16/10/2026). Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen negatif dari laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai potensi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia serta tekanan inflasi di AS.
Berdasarkan data perdagangan, rupiah dibuka melemah 83 poin atau 0,46% ke level Rp18.021 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.938 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai laporan konsultasi MSCI mengenai kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia menjadi salah satu faktor yang menekan mata uang Garuda.
“MSCI mengusulkan perubahan status Indonesia dari Emerging Market (EM) menjadi Standalone Market. Masukan dari pelaku pasar akan diterima hingga 30 April 2027, dengan keputusan final diharapkan sebelum 30 Juni 2027,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Usulan MSCI Picu Kekhawatiran Investor
Sebelumnya, MSCI pada Juni 2026 telah menyampaikan bahwa apabila belum ada kemajuan yang memadai hingga November 2026 Index Review, lembaga penyedia indeks saham global tersebut akan mempertimbangkan untuk memulai konsultasi mengenai reklasifikasi pasar Indonesia.
Dalam perkembangannya, pelaku pasar melaporkan belum melihat kemajuan yang cukup konsisten di seluruh pasar ekuitas Indonesia. Meski sejumlah reformasi telah diumumkan, masih terdapat kekhawatiran mengenai persoalan struktural pasar.
Kekhawatiran tersebut mencakup dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi serta minimnya bukti penegakan yang dinilai berarti. Kondisi itu menjadi pertimbangan MSCI dalam menilai kelayakan klasifikasi pasar saham Indonesia.
MSCI kemudian menyatakan tidak lagi menganggap status Indonesia sebagai Emerging Market tepat dan meluncurkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi menjadi Standalone Market.
Rencana tersebut menjadi perhatian investor karena perubahan klasifikasi berpotensi memengaruhi persepsi terhadap pasar saham Indonesia. Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Inflasi AS Ikut Menekan Rupiah
Selain sentimen MSCI, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari perkembangan inflasi di AS. Data Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen menunjukkan inflasi bulanan pada September 2026 mencapai 0,6% secara month on month (MoM), meningkat dibandingkan 0,4% pada bulan sebelumnya.
Secara tahunan, inflasi utama AS naik menjadi 3,7% secara year on year (YoY) dari sebelumnya 3,4%. Angka tersebut juga melampaui konsensus pasar sebesar 3,6% dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2026.
Josua menjelaskan peningkatan inflasi utama tersebut terutama dipengaruhi kenaikan biaya energi. Sementara itu, inflasi inti AS juga meningkat menjadi 2,6% YoY dari 2,4% pada bulan sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 2,5%.
Kenaikan inflasi inti terutama didorong oleh peningkatan biaya tempat tinggal atau shelter serta kendaraan. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan harga di AS masih berlangsung, baik pada komponen utama maupun inti.
Kondisi inflasi menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Kebijakan suku bunga AS turut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan investor dalam menentukan penempatan dana di berbagai negara.
Sikap The Fed Jadi Perhatian Pasar
Di tengah tekanan inflasi, sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa bank sentral AS belum tentu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman dan Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly mengindikasikan para pembuat kebijakan dapat menunggu tambahan data sebelum menentukan arah kebijakan pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Oktober 2026.
Sinyal tersebut muncul ketika inflasi harga produsen AS atau Producer Price Index (PPI) juga mencatat kenaikan yang tajam.
PPI AS meningkat 1,3% MoM pada September 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,5% pada bulan sebelumnya dan konsensus pasar sebesar 0,6%. Secara tahunan, PPI naik menjadi 6,3% YoY dari sebelumnya 5,6%.
“Perkembangan tersebut menegaskan masih kuatnya tekanan inflasi baik di sisi produsen maupun konsumen di AS,” ujar Josua.
Investor kini menantikan pernyataan lanjutan dari Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter. Pernyataan tersebut menjadi perhatian menjelang dimulainya periode pembatasan komunikasi atau communications blackout The Fed pada Sabtu (17/10/2026).
Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp17.925–Rp18.050
Dengan mempertimbangkan sentimen global dan perkembangan pasar keuangan, Josua memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.925 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan Jumat.
Pergerakan mata uang Garuda diperkirakan masih dipengaruhi sikap investor yang cenderung menghindari risiko atau risk-off, terutama setelah pengumuman MSCI mengenai usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia.
Perkembangan keputusan MSCI, data inflasi AS, serta sinyal kebijakan The Fed menjadi sejumlah faktor yang akan dicermati pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MotoGP Mandalika 2026 mencatat 157.875 pengunjung dan dampak ekonomi Rp5,2 triliun, meningkat 4,8% dibandingkan tahun lalu.
AS menjatuhkan sanksi terhadap 16 warga Iran dan 11 perusahaan di tengah konflik yang belum terselesaikan antara Washington dan Teheran.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mewaspadai ganda Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul di perempat final Denmark Open 2026.
PT Pegadaian meraih dua penghargaan di Indonesia In-House Counsel Awards 2026 atas inovasi fungsi hukum, penguatan tata kelola, dan pencegahan risiko bisnis.
Menkum Supratman menyederhanakan 195 Permenkum menjadi 34 aturan. Mendagri Tito dan pakar hukum Aan Eko Widianto memberi catatan.
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.