Rumah Kapten MU Dibobol Saat Man United Kalah dari Como
Rumah Bruno Fernandes dibobol saat kapten Manchester United berlaga melawan Como. Polisi Cheshire menyelidiki pencurian tersebut.
Ilustrasi pensiun (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Menyiapkan tabungan pensiun sejak usia muda dapat memberi waktu lebih panjang untuk membangun dana masa tua. Meski kebutuhan sehari-hari sering menjadi prioritas, menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin dapat membantu seseorang mempersiapkan biaya hidup setelah tidak lagi bekerja.
Salah satu tantangan dalam merencanakan pensiun adalah menentukan berapa banyak dana yang perlu dikumpulkan. Tanpa target yang jelas, persiapan masa tua berisiko terus tertunda karena dianggap masih jauh dari kebutuhan saat ini.
Fidelity Investments, perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat, memiliki panduan target tabungan berdasarkan usia. Dalam pedoman tersebut, seseorang disarankan memiliki tabungan pensiun setara satu kali pendapatan tahunan pada usia 30 tahun dan meningkat hingga sepuluh kali pendapatan menjelang usia 67 tahun.
Angka tersebut merupakan patokan perencanaan, bukan ketentuan yang harus dipenuhi setiap orang. Kebutuhan dana pensiun dapat berbeda bergantung pada penghasilan, aset yang telah dimiliki, usia berhenti bekerja, kebutuhan rumah tangga, dan gaya hidup yang ingin dipertahankan setelah pensiun.
Fidelity menyusun target tabungan dalam bentuk kelipatan pendapatan tahunan. Semakin bertambah usia, semakin besar jumlah dana yang diharapkan telah terkumpul.
Berikut patokan tabungan berdasarkan usia dalam panduan tersebut:
Usia 30 tahun: setara satu kali pendapatan tahunan.
Usia 40 tahun: setara tiga kali pendapatan tahunan.
Usia 50 tahun: setara enam kali pendapatan tahunan.
Usia 60 tahun: setara delapan kali pendapatan tahunan.
Usia 67 tahun: setara sepuluh kali pendapatan menjelang pensiun.
Sebagai ilustrasi sederhana, seseorang dengan pendapatan Rp10 juta per bulan memiliki pendapatan tahunan Rp120 juta. Berdasarkan patokan satu kali pendapatan tahunan, target tabungan pada usia 30 tahun adalah Rp120 juta.
Pada usia 40 tahun, kelipatan tiga kali pendapatan tahunan dapat menjadi acuan awal. Namun, perhitungan aktual perlu mempertimbangkan perubahan penghasilan dari tahun ke tahun. Target sepuluh kali pendapatan pada usia 67 tahun juga tidak berarti setiap orang harus mengumpulkan jumlah yang sama, sebab penghasilan dan kebutuhan hidup setiap orang berbeda.
Fidelity mengembangkan pedoman tersebut berdasarkan asumsi tertentu, termasuk mulai menabung sejak usia 25 tahun, menyisihkan sekitar 15% pendapatan tahunan, berinvestasi dengan komposisi aset tertentu, serta pensiun pada usia 67 tahun. Karena pedoman itu dirancang berdasarkan kondisi perencanaan pensiun di Amerika Serikat, penerapannya di Indonesia perlu disesuaikan dengan sumber pendapatan setelah pensiun, inflasi, biaya kesehatan, dan manfaat jaminan sosial yang tersedia.
Memulai persiapan pensiun lebih dini memberikan waktu lebih panjang untuk mengumpulkan dana. Seseorang juga memiliki kesempatan menyesuaikan jumlah tabungan secara bertahap ketika pendapatan meningkat.
Fidelity menyarankan agar seseorang menargetkan tabungan pensiun sekitar 15% dari pendapatan tahunan, termasuk kontribusi pemberi kerja jika tersedia. Angka ini merupakan sasaran perencanaan, bukan kewajiban mutlak. Besar tabungan yang realistis tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan kebutuhan pokok.
Salah satu faktor yang dapat membantu pertumbuhan dana adalah efek bunga berbunga atau compounding. Dalam investasi, hasil yang diperoleh dan tetap diinvestasikan berpotensi menghasilkan keuntungan tambahan pada periode berikutnya. Namun, hasil investasi tidak selalu positif dan nilainya dapat berfluktuasi sesuai instrumen yang dipilih.
Karena itu, menabung dan berinvestasi untuk pensiun sebaiknya dilakukan secara konsisten tanpa mengandalkan asumsi bahwa keuntungan tertentu pasti tercapai. Pemilihan instrumen perlu mempertimbangkan jangka waktu, tujuan keuangan, likuiditas, serta kemampuan menanggung risiko.
Bagi orang yang belum memiliki tabungan pensiun, langkah awal tidak harus langsung mengejar seluruh target berdasarkan usia. Hal yang lebih penting adalah mengetahui kondisi keuangan saat ini dan mulai membangun kebiasaan menyisihkan uang.
1. Hitung kebutuhan hidup setelah pensiun.
Perkirakan kebutuhan bulanan untuk makanan, tempat tinggal, transportasi, kesehatan, dan pengeluaran lain. Pertimbangkan pula apakah cicilan rumah atau tanggungan keluarga masih akan berjalan ketika memasuki masa pensiun.
2. Sisihkan uang secara rutin.
Tentukan jumlah tabungan yang realistis berdasarkan pendapatan dan pengeluaran. Jika belum mampu menyisihkan 15%, mulailah dari nominal yang terjangkau, kemudian tingkatkan secara bertahap ketika kondisi keuangan memungkinkan.
3. Pisahkan dana pensiun dari kebutuhan harian.
Rekening atau instrumen yang dikhususkan untuk tujuan pensiun dapat membantu menjaga konsistensi. Dana darurat tetap perlu disiapkan secara terpisah agar kebutuhan mendadak tidak selalu mengganggu tabungan jangka panjang.
4. Sesuaikan investasi dengan profil risiko.
Jangka waktu pensiun, toleransi terhadap fluktuasi, dan kebutuhan likuiditas perlu menjadi pertimbangan dalam memilih instrumen. Hindari menempatkan seluruh dana pada satu aset hanya karena mengejar potensi keuntungan tinggi.
5. Evaluasi rencana secara berkala.
Periksa perkembangan tabungan, perubahan pendapatan, dan kebutuhan keluarga setidaknya secara berkala. Ketika memperoleh kenaikan gaji atau pendapatan tambahan, pertimbangkan untuk menambah porsi tabungan pensiun tanpa mengabaikan kebutuhan penting lainnya.
Target tabungan berdasarkan usia dapat membantu seseorang menilai perkembangan persiapan pensiun. Namun, jumlah yang dibutuhkan pada akhirnya bergantung pada berapa lama masa pensiun berlangsung, sumber pendapatan setelah berhenti bekerja, dan biaya hidup yang harus ditanggung.
Jika tabungan saat ini belum mencapai patokan berdasarkan usia, kondisi tersebut tidak berarti persiapan pensiun sudah terlambat. Rencana masih dapat diperbaiki melalui peningkatan tabungan, pengelolaan pengeluaran, evaluasi investasi, atau penyesuaian usia pensiun jika memungkinkan.
Hal terpenting adalah mulai menyusun rencana yang sesuai dengan kondisi keuangan pribadi. Dengan target yang realistis dan evaluasi rutin, persiapan masa tua dapat menjadi bagian dari pengelolaan keuangan sehari-hari, bukan sekadar rencana yang terus ditunda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Bruno Fernandes dibobol saat kapten Manchester United berlaga melawan Como. Polisi Cheshire menyelidiki pencurian tersebut.
Indonesia masuk lima besar negara dengan frekuensi mandi tinggi menurut Seasia Stats. Simak daftar 11 negara dan faktor yang memengaruhi kebiasaan mandi.
Simak jadwal tayang dan sinopsis lima film Indonesia terbaru pada Oktober-November 2026, dari Laut Bercerita hingga People Pleaser.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai kekalahan timnya atas Persik Kediri tak lepas dari faktor ketidakberuntungan dan kelengahan di lini pertahanan. Ia j
PHP2Shell bisa memungkinkan peretas menjalankan kode di server tanpa login. Simak dampak, tanda kompromi, dan langkah pengamanan website.
Simak target tabungan pensiun berdasarkan usia menurut Fidelity, termasuk patokan menabung 15% pendapatan dan cara menyiapkannya.