Bulog Banyumas Salurkan 31.904 Ton Beras SPHP Sepanjang 2026

Newswire
Newswire Jum'at, 23 Oktober 2026 20:27 WIB
Bulog Banyumas Salurkan 31.904 Ton Beras SPHP Sepanjang 2026

Petugas Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengecek stok beras di Kompleks Pergudangan Cindaga, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Bulog Banyumas\r\n

Harianjogja.com, BANYUMAS—Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jawa Tengah, telah menyalurkan 31.904,3 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026. Penyaluran ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan penyaluran beras SPHP merupakan bagian dari tugas Bulog untuk mengendalikan harga beras. Hal tersebut disampaikannya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (23/10/2026).

"Memang salah satu tugas Bulog itu stabilisasi harga beras di tingkat konsumen, dan itu salah satunya melalui beras SPHP," katanya pula.

Menurut Prawoko, realisasi penyaluran beras SPHP pada tahun anggaran 2026 telah melampaui target awal. Dari target 13.448,7 ton, penyaluran terealisasi sebanyak 17.369,735 ton.

Selain target awal, Bulog Cabang Banyumas memperoleh tambahan target penyaluran sebesar 1.605,645 ton. Realisasi penyaluran dari tambahan alokasi tersebut mencapai 1.899,97 ton.

“Penyaluran pada Januari-Februari 2026 masih menggunakan alokasi tahun anggaran 2025 dengan realisasi sebanyak 11.634,595 ton,” katanya menjelaskan.

Bulog Banyumas Pantau Harga dan Pasokan Beras

Prawoko menegaskan pengendalian harga beras dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Bulog juga rutin memantau harga beras di pasar tradisional serta pasar yang tercakup dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Untuk mendukung stabilisasi, Bulog memasok beras SPHP ke pasar, toko pedagang, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Upaya tersebut juga dilaksanakan melalui operasi pasar dan kegiatan penjualan pangan di sejumlah kecamatan.

"Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk mengadakan kegiatan yang tidak hanya di pasar, juga di titik-titik desa agar langsung bersentuhan dengan konsumen," katanya.

Terkait peluncuran identitas baru beras SPHP menjadi Beras Kita Medium pada 20 Oktober 2026, Prawoko berharap pembaruan tersebut dapat meningkatkan daya tarik produk di tengah masyarakat. Kemasan yang lebih menarik juga diharapkan membuat produk tersebut semakin mudah diterima konsumen.

Meski identitas dan kemasannya diperbarui, tujuan utama program tetap menyediakan beras berkualitas medium dengan harga terjangkau. Prawoko menegaskan beras SPHP merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasaran.

Stok Beras Bulog Banyumas Capai 61.000 Ton

Prawoko memastikan stok beras di gudang Bulog Cabang Banyumas berada dalam kondisi aman. Jumlahnya sekitar 61.000 ton dan siap mendukung berbagai penugasan, termasuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Di sisi lain, harga beras di Kabupaten Banyumas masih menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan, beras medium nonkemasan atau curah dijual dengan harga berkisar Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

Sementara itu, beras premium kemasan pabrikan yang dijual dengan harga Rp14.900 per kilogram saat ini jarang ditemukan di pasaran.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan kenaikan harga beras medium nonkemasan dipengaruhi minimnya pasokan dari petani.

“Sebagian petani saat sekarang enggan menjual stok gabah mereka karena digunakan untuk kebutuhan sendiri di masa paceklik, sehingga berdampak pada kenaikan harga beras medium nonkemasan,” katanya pula.

Kondisi tersebut membuat penyaluran beras SPHP menjadi salah satu langkah untuk mendukung ketersediaan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Bulog Banyumas juga mengandalkan stok di gudang serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjalankan upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online