Jepang hingga China, Ini Negara Pembeli Gas Indonesia

Jumali
Jumali Selasa, 27 Oktober 2026 15:27 WIB
Jepang hingga China, Ini Negara Pembeli Gas Indonesia

Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Jepang dan China menjadi dua negara tujuan utama ekspor gas alam Indonesia pada 2025. Keduanya masing-masing menyerap sekitar 3,8 juta ton, disusul Singapura dan Korea Selatan yang juga menjadi pasar penting bagi perdagangan gas nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan volume ekspor gas alam Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar 14,04 juta ton. Jumlah itu turun sekitar 9,4% dibandingkan dengan 2024 yang mencapai 15,49 juta ton.  

Empat negara tujuan utama tersebut secara keseluruhan menyerap sekitar 93% dari volume ekspor gas alam Indonesia. Data ini menunjukkan besarnya peran pasar Asia dalam perdagangan gas Indonesia.

Daftar Negara Tujuan Ekspor Gas Alam Indonesia

1. Jepang

Jepang menempati posisi pertama sebagai negara tujuan ekspor gas alam Indonesia pada 2025. Volume pengiriman mencapai sekitar 3,80 juta ton, setara dengan 27,1% dari total ekspor nasional.

Data BPS mencatat volume ekspor gas alam Indonesia ke Jepang mencapai 3,798 juta ton. Nilai ekspornya sekitar US$2,08 miliar. Angka tersebut menempatkan Jepang sebagai pasar terbesar bagi gas alam Indonesia pada tahun tersebut. <Cite refs={["turn669563search3","turn669563search6"]}/>

2. China

China berada di posisi kedua dengan volume ekspor sekitar 3,79 juta ton atau sekitar 27% dari total ekspor gas alam Indonesia pada 2025.

Selisih volume ekspor ke Jepang dan China sangat tipis. Berdasarkan data perdagangan yang tercatat di World Integrated Trade Solution (WITS) Bank Dunia, ekspor LNG Indonesia ke China pada 2025 mencapai sekitar 3,79 juta ton dengan nilai hampir US$1,99 miliar.  

3. Singapura

Singapura menempati posisi ketiga dengan volume ekspor gas alam Indonesia sekitar 3,22 juta ton pada 2025. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 22,9% dari total ekspor nasional.

Hubungan perdagangan gas kedua negara tidak hanya melibatkan LNG yang diangkut menggunakan kapal, tetapi juga gas yang disalurkan melalui jaringan pipa lintas negara. Karena itu, jenis gas dan metode pengiriman perlu diperhatikan saat membandingkan data perdagangan.

4. Korea Selatan

Korea Selatan berada di posisi keempat dengan volume ekspor sekitar 2,27 juta ton pada 2025. Pangsa negara tersebut mencapai sekitar 16,2% dari total ekspor gas alam Indonesia.

Data WITS Bank Dunia mencatat volume ekspor LNG Indonesia ke Korea Selatan pada 2025 mencapai sekitar 2,27 juta ton, dengan nilai sekitar US$943 juta.  

5. Thailand

Thailand menjadi salah satu tujuan ekspor gas alam Indonesia di luar empat pasar terbesar. Pada 2025, volume pengiriman ke negara tersebut mencapai sekitar 290.000 ton atau sekitar 2,1% dari total ekspor nasional.

Dalam data perdagangan LNG WITS Bank Dunia, volume ekspor Indonesia ke Thailand pada 2025 tercatat sekitar 290.525 ton, dengan nilai sekitar US$152,5 juta.  

6. Filipina dan negara lainnya

Selain Thailand, Filipina juga tercatat sebagai tujuan ekspor gas alam Indonesia. Volume pengiriman pada 2025 mencapai sekitar 137.500 ton atau hampir 0,98% dari total ekspor.

BPS juga mencatat adanya pengiriman ke negara atau wilayah tujuan lainnya. Total ekspor ke kelompok tersebut mencapai sekitar 539.000 ton. Daftar tujuan dan volumenya dapat berubah dari tahun ke tahun mengikuti perdagangan serta kebutuhan energi negara mitra. 

Bagaimana Posisi Indonesia dalam Perdagangan LNG Dunia?

Indonesia masih menjadi salah satu pemasok LNG di pasar internasional. Menurut laporan Badan Informasi Energi Amerika Serikat atau U.S. Energy Information Administration (EIA), Indonesia menempati posisi keenam sebagai eksportir LNG dunia pada 2024, dengan kontribusi sekitar 4,3% terhadap perdagangan global.

Pada tahun yang sama, ekspor LNG Indonesia meningkat 3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 845,8 miliar kaki kubik. Sekitar 97,5% ekspor LNG Indonesia dikirim ke kawasan Asia, sementara Jepang, China, dan Korea Selatan secara bersama-sama menyerap sekitar 79% ekspor LNG Indonesia.  

LNG merupakan gas alam yang didinginkan hingga berubah menjadi cair sehingga lebih mudah disimpan dan diangkut menggunakan kapal. Sementara itu, gas alam juga dapat disalurkan melalui jaringan pipa ke negara yang terhubung dengan infrastruktur tersebut.

Perbedaan bentuk dan jalur distribusi ini penting ketika membaca statistik ekspor. Data ekspor gas alam menurut negara tujuan dari BPS tidak selalu dapat disamakan langsung dengan data LNG yang dihimpun berdasarkan kode komoditas perdagangan internasional.

Secara keseluruhan, data 2025 memperlihatkan Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan masih menjadi pasar utama gas alam Indonesia. Namun, volume ekspor nasional turun dibandingkan tahun sebelumnya sehingga perkembangan produksi, kebutuhan dalam negeri, serta permintaan negara mitra tetap perlu dicermati untuk melihat arah perdagangan gas Indonesia berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online