Diskon Nataru Disiapkan untuk Redam Inflasi Pangan dan Transportasi

Akbar Evandio
Akbar Evandio Selasa, 03 November 2026 14:57 WIB
Diskon Nataru Disiapkan untuk Redam Inflasi Pangan dan Transportasi

Ilustrasi inflasi/ekonomi - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menyiapkan program diskon menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk meredam tekanan inflasi dari kelompok pangan dan transportasi. Program tersebut diharapkan dapat mengompensasi kenaikan harga sejumlah komoditas makanan serta biaya angkutan, termasuk tarif pesawat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan inflasi Oktober 2026 terutama dipengaruhi kenaikan harga pangan dan biaya transportasi. Pemerintah berharap kebijakan diskon selama periode Nataru dapat membantu menjaga stabilitas harga.

"Terutama kalau kita lihat inflasi ini disebabkan oleh volatile food, makanan minuman, cabai rawit, ikan segar, kemudian juga didukung oleh inflasi di bidang transportasi, termasuk angkutan udara. Namun, kita punya program untuk diskon menjelang Nataru. Jadi, kenaikan itu nanti kita akan kompensasi dengan diskon," kata Airlangga seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Inflasi Harga Pangan Capai 5,81%

Berdasarkan komponen pembentuknya, Airlangga menyebut inflasi inti (core inflation) tercatat sebesar 2,56%. Sementara itu, inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mencapai 3,24%.

Adapun kelompok harga bergejolak (volatile food) mencatatkan inflasi tertinggi, yakni 5,81%. Tingginya inflasi pangan tersebut mencerminkan tekanan harga sejumlah komoditas, termasuk cabai rawit dan ikan segar.

Di sisi lain, kenaikan tarif transportasi turut memberikan kontribusi terhadap tekanan inflasi pada Oktober 2026. Meski demikian, Airlangga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga.

"Jadi, ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga," ujarnya.

Transportasi Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2026

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia sebesar 3,23% (year on year/YoY) per Oktober 2026. Kelompok pengeluaran transportasi menjadi salah satu penyumbang tekanan inflasi pada periode tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 4,87%. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,59% pada Oktober 2026.

“Inflasi pada kelompok transportasi terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, pemeliharaan atau servis, serta juga mobil,” kata Ateng dalam rilis berita resmi statistik, Senin (2/11/2026).

Ateng menambahkan kelompok pengeluaran transportasi menjadi pendorong inflasi terbesar kedua secara tahunan pada Oktober 2026. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 4,82% dengan andil terhadap inflasi tahunan mencapai 1,40%. BPS mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar dalam kelompok tersebut, terutama cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging sapi.

Diskon Nataru Diharapkan Menjaga Stabilitas Harga

Rencana pemberian diskon menjelang Nataru menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengantisipasi tekanan harga pada akhir tahun. Kebijakan ini diharapkan dapat mengimbangi kenaikan biaya transportasi, terutama angkutan udara, yang turut mendorong inflasi.

Di sisi lain, perkembangan harga pangan juga menjadi perhatian karena kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan. Pemerintah berharap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga hingga pengujung 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online