Serangan Siber Sasar Bank Prancis, Dugaan Dana Rp2 Triliun Dicuri

Jumali
Jumali Kamis, 05 November 2026 09:47 WIB
Serangan Siber Sasar Bank Prancis, Dugaan Dana Rp2 Triliun Dicuri

Ilustrasi peretasan/Pixabay

Harianjogja.com, JOGJA—Bank asal Prancis, Crédit Mutuel Arkéa, menjadi sasaran serangan siber yang memicu transaksi ilegal. Dana yang diduga dicuri mencapai lebih dari US$133 juta atau sekitar Rp2 triliun berdasarkan penelusuran investigator blockchain ZachXBT. Namun, pihak bank belum mengonfirmasi nilai kerugian tersebut.

Dalam pernyataan pada Rabu (4/11/2026), Crédit Mutuel Arkéa menyatakan serangan itu telah berhasil dikendalikan. Bank juga menegaskan aset nasabah tidak terdampak karena transaksi yang dipermasalahkan berkaitan dengan dana milik institusi.

"Insiden ini tidak berdampak pada aset (nasabah) dan hanya menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan transfer tertentu," demikian pernyataan bank seperti dikutip Reuters.

Pihak bank menyebut kerugian yang terjadi lebih rendah dibandingkan angka US$133 juta yang beredar. Meski demikian, proses penghitungan dampak finansial masih berlangsung dan belum ada angka akhir yang diumumkan.

"Tim kami terus berupaya untuk menilai secara tepat konsekuensi finansial dari serangan ini. Masih terlalu dini untuk memberikan angka pasti," kata juru bicara bank.

Bank juga menyatakan nilai dana yang terdampak tidak sampai mengganggu kekuatan dan kesehatan finansial grup. Otoritas terkait telah diberi tahu setelah serangan terdeteksi.

Investigator Blockchain Telusuri Dugaan Pencurian

Sebelum bank memberikan penjelasan, investigator blockchain ZachXBT melaporkan adanya pencurian dana dalam jumlah besar dari sejumlah akun di platform perdagangan kripto. Ia memperkirakan nilai dana yang ditarik mencapai lebih dari US$133 juta.

Menurut penelusuran ZachXBT, aktivitas tersebut berlangsung selama beberapa hari. Dana yang diduga dicuri ditarik melalui sejumlah akun bursa kripto dalam bentuk stablecoin, termasuk USDC dan USDT, sebelum dipindahkan dan dikonversi ke aset kripto lain.

ZachXBT kemudian mengidentifikasi Crédit Mutuel Arkéa sebagai pihak yang diduga menjadi korban. Namun, angka yang disampaikan investigator tersebut belum dikonfirmasi sebagai total kerugian oleh bank.

Laporan CoinDesk juga menyebut perusahaan analitik blockchain Bitquery menelusuri penarikan sekitar US$108,8 juta dalam bentuk USDC dari akun di Kraken, Crypto.com, dan OKX pada 1-2 November 2026.

Crypto.com menyatakan telah mengambil tindakan untuk memblokir dana yang berkaitan dengan insiden tersebut. Sementara itu, Crédit Mutuel Arkéa belum menjelaskan secara terbuka apakah dana yang dicuri sejak awal berbentuk mata uang kripto atau bagaimana pelaku memperoleh akses untuk melakukan transaksi.

Bank Pastikan Serangan Sudah Ditangani

Crédit Mutuel Arkéa menyatakan serangan siber tersebut telah dikendalikan. Bank juga mengambil langkah pengamanan, termasuk menghentikan sementara sejumlah transaksi untuk mencegah perpindahan dana ilegal lebih lanjut.

Setelah insiden terdeteksi, pihak bank menginformasikan otoritas terkait. Bank masih melakukan penilaian untuk mengetahui dampak finansial secara menyeluruh sekaligus berupaya memulihkan dana yang dicuri.

Crédit Mutuel Arkéa merupakan salah satu grup keuangan besar di Prancis. Lembaga tersebut melayani sekitar 5,8 juta nasabah dan memiliki aset senilai 211,5 miliar euro.

Serangan Siber Juga Sasar Sektor Lain di Eropa

Insiden yang menimpa Crédit Mutuel Arkéa terjadi di tengah meningkatnya laporan serangan siber terhadap sejumlah sektor di Eropa. Reuters juga menyoroti pencurian mata uang kripto senilai sekitar US$6,3 miliar dari bursa Binance pada pekan sebelumnya.

Selain sektor keuangan, serangan siber dilaporkan menyasar perangkat pendingin yang terhubung ke internet di sejumlah negara Eropa. Tiga bank darah regional di Prancis juga menjadi sasaran serangan terhadap lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan produk darah.

Meski terjadi dalam periode berdekatan, belum ada informasi yang memastikan seluruh insiden tersebut dilakukan oleh kelompok pelaku yang sama.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online