Klasemen Liga Europa: Benfica, Bournemouth, dan Ferencvros Teratas
Benfica, Bournemouth, dan Ferencváros mengoleksi 12 poin di Liga Europa. Juventus naik ke lima besar, sedangkan AC Milan terpuruk di posisi ke-28.
Robert Budi Hartono / Forbes
Harianjogja.com, JOGJA—Robert Budi Hartono kembali menempati posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia pada awal November 2026. Pemilik Grup Djarum tersebut mengungguli sejumlah konglomerat dari sektor energi, pertambangan, petrokimia, hingga industri makanan dan minuman.
Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires yang dilaporkan sejumlah media pada awal November 2026, kekayaan Robert diperkirakan mencapai US$12,2 miliar. Nilai tersebut setara sekitar Rp221,58 triliun dengan asumsi kurs Rp18.162 per dolar AS.
Perubahan peringkat menunjukkan bahwa posisi para miliarder Indonesia dapat bergerak mengikuti perkembangan nilai aset dan harga saham perusahaan. Karena itu, angka kekayaan dalam daftar Forbes merupakan estimasi yang dapat berubah, bukan jumlah uang tunai yang dimiliki masing-masing pengusaha.
Laporan CNBC Indonesia yang mengacu pada data Forbes per 2 November 2026 menyebut total kekayaan 10 orang terkaya Indonesia mencapai US$77,1 miliar. Berikut daftar 10 nama yang masuk jajaran teratas berdasarkan pembaruan Forbes pada awal November 2026, sebagaimana dilaporkan Fortune Indonesia.
1. Robert Budi Hartono
Robert Budi Hartono berada di peringkat pertama dengan estimasi kekayaan US$12,2 miliar atau sekitar Rp221,58 triliun. Kekayaannya terutama ditopang kepemilikan di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Grup Djarum.
Keluarga Hartono dikenal memiliki bisnis perbankan dan industri rokok. Dua sektor tersebut menjadi sumber utama kekayaan yang membuat Robert bertahan di jajaran teratas orang terkaya Indonesia.
2. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu menempati posisi kedua dengan kekayaan sekitar US$10,6 miliar atau setara Rp192,52 triliun. Pengusaha ini membangun bisnis melalui Barito Group dengan portofolio yang mencakup energi, petrokimia, dan pertambangan.
Perkembangan nilai aset perusahaan-perusahaan dalam kelompok usahanya turut memengaruhi estimasi kekayaan Prajogo. Ia juga mengembangkan bisnis di sektor energi terbarukan.
3. Low Tuck Kwong
Pengusaha batu bara Low Tuck Kwong berada di posisi ketiga. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$9,9 miliar atau sekitar Rp179,80 triliun.
Sumber utama kekayaannya berasal dari bisnis pertambangan batu bara melalui Bayan Resources. Perubahan nilai kepemilikan saham dan perkembangan bisnis energi menjadi faktor yang memengaruhi estimasi kekayaannya.
4. Anthoni Salim
Anthoni Salim menempati peringkat keempat dengan kekayaan sekitar US$9,1 miliar atau setara Rp165,27 triliun. Ia dikenal sebagai pemimpin Grup Salim yang memiliki portofolio usaha di berbagai sektor.
Bisnis kelompok ini antara lain mencakup makanan dan minuman, agribisnis, serta ritel. Sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan kelompok usaha tersebut adalah Indofood dan Indomobil, sementara Anthoni juga memiliki kepentingan bisnis melalui First Pacific.
5. Tahir dan Keluarga
Tahir dan keluarga berada di urutan kelima dengan estimasi kekayaan US$9 miliar atau sekitar Rp163,46 triliun. Kekayaan keluarga ini berkaitan dengan bisnis Mayapada Group.
Kelompok usaha tersebut memiliki portofolio yang beragam, termasuk perbankan, jasa keuangan, layanan kesehatan, asuransi, properti, dan perhotelan. Diversifikasi bisnis menjadi salah satu penopang kekayaan keluarga Tahir.
6. Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia menempati posisi keenam dengan kekayaan sekitar US$8,4 miliar atau setara Rp152,56 triliun. Ia merupakan pendiri Indorama Corporation yang mengembangkan usaha di sektor petrokimia dan industri manufaktur.
Portofolio bisnis Indorama juga mencakup bahan baku tekstil, pupuk, dan produk industri. Perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha di berbagai negara.
7. Otto Toto Sugiri
Pendiri DCI Indonesia, Otto Toto Sugiri, berada di peringkat ketujuh dengan kekayaan sekitar US$5,7 miliar atau Rp103,52 triliun. Sumber kekayaannya berkaitan dengan bisnis infrastruktur digital, khususnya pusat data (data center).
Kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data terus meningkat seiring perkembangan layanan digital, komputasi awan, dan kecerdasan buatan. Kondisi tersebut membuat sektor pusat data menjadi salah satu bidang usaha yang mendapat perhatian investor.
8. Theodore Rachmat
Theodore Rachmat menempati posisi kedelapan dengan estimasi kekayaan US$4,4 miliar atau sekitar Rp79,91 triliun. Ia merupakan pengusaha yang membangun Triputra Group dengan lini bisnis di sektor agribisnis, energi, dan manufaktur.
Kekayaannya juga ditopang kepemilikan saham di sejumlah perusahaan, termasuk Alamtri Resource Indonesia. Portofolio tersebut membuat bisnis Theodore tersebar di beberapa sektor ekonomi.
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono berada di posisi kesembilan dengan kekayaan sekitar US$4,1 miliar atau setara Rp74,46 triliun. Ia dikenal melalui bisnis agribisnis dan pertambangan yang dikembangkan lewat Harita Group.
Kelompok usaha tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah perusahaan, termasuk Bumitama Agri dan Cita Mineral Investindo. Bisnis perkebunan kelapa sawit dan pertambangan menjadi bagian penting dari portofolio kekayaannya.
10. Sukanto Tanoto
Pendiri Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto, melengkapi daftar 10 besar dengan estimasi kekayaan US$4 miliar atau sekitar Rp72,65 triliun.
RGE memiliki kegiatan usaha di sektor pulp dan kertas, kelapa sawit, serat rayon, agribisnis, serta energi. Kelompok usaha tersebut mengembangkan bisnis melalui sejumlah perusahaan, termasuk Asian Agri, Apical, Bracell, dan APRIL.
Daftar orang terkaya Indonesia memperlihatkan beragam sektor yang menjadi sumber kekayaan para konglomerat. Perbankan, pertambangan, energi, petrokimia, industri makanan, hingga infrastruktur digital menjadi bidang usaha yang menopang nilai aset mereka.
Meski demikian, posisi dan jumlah kekayaan para miliarder tidak bersifat tetap. Forbes Real-Time Billionaires memperbarui estimasi kekayaan berdasarkan perubahan nilai aset, kepemilikan saham, dan perkembangan pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benfica, Bournemouth, dan Ferencváros mengoleksi 12 poin di Liga Europa. Juventus naik ke lima besar, sedangkan AC Milan terpuruk di posisi ke-28.
Apple menguasai 50% pendapatan smartphone global pada kuartal III-2026. Samsung berada di posisi kedua, disusul Xiaomi, Oppo, dan Vivo.
PSS Sleman menang 6-0 atas PSGC Ciamis. Pieter Huistra berharap hasil itu mendongkrak kepercayaan diri tim saat menghadapi Bhayangkara FC.
WhatsApp memperbarui fitur Acara. Pengguna kini bisa mengundang orang tanpa akun melalui tautan dan mengelola konfirmasi kehadiran.
Cristiano Ronaldo mengakhiri karier internasional setelah 23 tahun. Simak rekor bersama Portugal dan sumber kekayaan US$1,2 miliar.
Warga mengapresiasi pelayanan RS Saras Adyatma Bantul yang dinilai cepat, rapi, ramah, serta tidak membeda-bedakan pasien umum dan peserta BPJS Kesehatan.