Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ilustrasi (mehteks.ne)
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/04/industri-tekstil-diy-terpukul-364709/bg_mehteks" rel="attachment wp-att-364711">http://images.harianjogja.com/2013/01/bg_mehteks-370x256.jpg" alt="" width="370" height="256" />JOGJA -- Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 Januari 2013 dirasa memberatkan industri tekstil di DIY. Ketua Asosiasi Pengusaha Pertekstilan DIY Jadin Jamaludin mengungkapkan kenaikan TDL semakin menambah beban pengusaha, setelah belum lama ini diberatkan dengan kenaikan UMP.
"UMP saja masih belum selesai dan sekarang kami harus menghadapi kenaikan TDL," ujarnya, Jumat (4/1/2013). Kenaikan TDL kata Jadin menambah bebean berat industri karena saat ini permintaan tekstil tengah turun. Sejak krisis menghantam Amerika dan Eropa, permintaan ekspor terus menurun, bahkan mencapai hingga tiga kali lipat.
"Belum lagi kita harus bersaing dengan lokal, misalnya Bandung," kata Jadin.
Persaingan yang cukup ketat ini membuat para pengusaha tekstil tak bisa menaikan harga jual, meski biaya produksi bertambah signifikan.
"Bagaimana kita mau meningkatkan daya saing jika harga justru makin tinggi," tegas Jadin. Karena tak bisa menaikan harga, terpaksa yang harus dilakukan yakni efisiensi, termasuk efisiensi tenaga kerja.
"Kondisi ini sangat riskan untuk dunia industri, kami pengusaha sudah lelah ribut-ribut seperti ini terus," keluhnya. Jadin berharap pemerintah lebih memperhatikan hal tersebut, apalagi menghadapi pasar global 2015 mendatang. "Bagaimana kami mau bersaing jika kondisinya seperti ini."
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Nur Achmad Affandi mengatakan selain tekstil, industri kerajinan, furniture dan perhotelan pun akan terpukul dengan kenaikan TDL. Sebab listrik menguasai 15% dari biaya produksi.
"Kenaikan ini menjadi pukulan telak bagi industri dan akan semakin melemahkan daya saing," kata Nur, Jumat.
Ketika harus bersaing dengan negara lain, kata Nur, industri dalam negeri justru diributkan dengan berbagai kebijakan yang memberatkan. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah memberikan keringanan kepada pengusaha seperti penurunan pajak dan pengurangan retribusi bagi pengusaha ekspor.
Sementara itu, Roni Setiawan, pengusaha garmen dan pemilik Stokwell mengatakan, kenaikan TDL sangat memberatkan, sebab saat ini bahan tekstil pun naik.
Untuk efisiensi terpaksa Roni meminimalisir penggunaan lampu untuk area yang tidak diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.