Pertumbuhan Properti Tak Dongkrak Industri Mebel

Jum'at, 06 Desember 2013 17:23 WIB
Pertumbuhan Properti Tak Dongkrak Industri Mebel

Harianjogja.com, JOGJA – Maraknya pertumbuhan properti, baik disektor perhotelan maupun perumahan belum dapat mendongkrak potensi produk lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Terutama di sektor industri mebel dan furnitur, di mana potensi industri ini di Jogja cukup besar.

Hal ini disayangkan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY Yuli Sugianto, Jumat (6/12/2013). Menurutnya pesatnya pertumbuhan properti di Jogja belum berpengaruh signifikan terhadap industri lokal ini.

“Mestinya proyek-proyek hotel misalnya ikut berpengaruh terhadap iklim usaha mebel di kota ini. Namun, nyatanya tidak demikian,” ujar Yuli saat dihubungi Harianjogja.com.

Yuli mengatakan di tengah situasi ekonomi dan pasar perdagangan luar negeri yang lemah, pasar lokal seharusnya dapat memberi dorongan terhadap industri dalam negeri.

Khususnya di sektor industri mebel, potensi lokal ini justru tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Para pelaku usaha ini akhirnya lebih memilih mencari pembeli di luar kota, meski di kotanya sendiri potensi tersebut sangat menguntungkan.

“Sangat disayangkan maraknya proyekm hotel, potensi industri lokal malah tidak dilibatkan. Bahkan sampai saat ini belum terangkat,” jelas Yuli.

Industri perhotelan yang makin menjamur di kota Jogja ini, kata Yuli, lebih banyak digerakkan oleh investor asing. Produk-produk interior yang digunakan sebagian besar masih harus impor ataupun diambil dari daerah lain di luar Jogja

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online