Indonesia Siap Songsong AEC 2015, Sektor UKM Harus Berani Bersaing

Minggu, 22 Juni 2014 11:59 WIB
Indonesia Siap Songsong AEC 2015, Sektor UKM Harus Berani Bersaing

Pekerja melakukan proses pengepakan mebel yang siap dikirim ke luar negeri disalahsatu gudang eksportir mebel dan hadycraft Luwang, Gatak, Sukoharjo, Jumat (19/4/2013). (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)

Harianjogja.com, SLEMAN-Terdapat perbedaan pertumbuhan ekonomi yang positif setelah Indonesia mengikuti Asean Free Trade Area (AFTA).

Pertumbuhan ekonomi yang pada periode tahun 2001-2004 sebesar 1,1% naik menjadi 6,2% setelah turut serta dalam AFTA periode 2004-2012. Nilai ekspor pun mengalami peningkatan, dari Rp 95,672 miliar menjadi Rp 245,730 miliar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kerjasama ASEAN Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Djatmiko Bris Witjaksono, pada sosialisasi Asean Economic Community (AEC) 2015 di Merapi Merbabu Hotel, Jumat (20/6/2014) lalu.

"AEC adalah satu cita-cita kita menuju masyarakat aman sejahtera. Hal ini juga berdampak positif bagi pengembangan karier untuk ekspansi bisnis," kata Djatmiko.

Dikatakan Djatmiko, AEC merupakan kesempatan mengembangkan potensi pasar dari Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah. Soal kesiapan bersaing dengan produk luar negeri, dia yakin Indonesia telah siap.

Hanya saja dia tetap berpesan agar para pelaku usaha terus meningkatkan kualitas produknya. Pemerintah daerah pun diminta bersiap, khususnya dalam hal insfrastruktur dan sumberdaya manusia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online