Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
KENAIKAN GAS ELPIJI 12 KG Pekerja menata tumpukan gas elpiji 12 kg di salah satu agen di Jakarta, Selasa (2/1). Untuk menekan kerugian bisnis elpiji 12 kg yang mencapai rata-rata Rp6 triliun per tahun, Pertamina menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg secara serentak di seluruh Indonesia dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per kg atau 68% menjadi Rp117.708 per tabung setelah harga sebelumnya Rp70.200 per kg.
Harianjogja.com, JOGJA–Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Siswanto mengimbau masyarakat belanja liquified petroleum gas (LPG) alias elpiji secara normal dan tidak perlu menimbun. Siswanto menyebut jika hanya untuk mencadangkan tentu saja itu tidak menjadi permasalahan.
“Kalau untuk cadangan beli dilebihkan satu tabung tidak masalah. Kami hanya mengimbau jangan sampai ada ketakutan lantas membeli dan menimbun elpiji nantinya,” jelas Siswato.
Hingga saat ini permintaan elpiji disebut Siswanto masih normal, dia juga menjamin tak akan ada kelangkaan.
“Kalau kenaikan permintaan selalu ada, namun lonjakan belum terlihat. Biasanya memang pada akhir liburan Idulfitri permintaan baru melonjak dengan tajam. Namun biasanya tidak sampai terjadi kelangkaan,” kata Siswanto.
Permintaan gas elpiji tabung tiga kilogram (kg) dan 12 kg memang peningkatan saat Ramadan. Mendekati Idulfitri permintaan diperkirakan melonjak makin tajam.
Pedagang gas elpiji di Umbulharjo, Suryanto mengatakan permintaan memang ada kenaikan sepekan ini. Namun masih disebut normal, belum terlalu tajam. Suryanto menambahkan kenaikan penjualan ini hanya berkisar satu-dua tabung saja per harinya. Namun mendekati Lebaran biasanya penjualan gas elpiji tabung tiga kg naik dua kali lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.