97 TTIC Diluncurkan di DIY, Jual Beli Bahan Pangan Tak Lagi Panjang

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Kamis, 03 Mei 2018 19:17 WIB
97 TTIC Diluncurkan di DIY, Jual Beli Bahan Pangan Tak Lagi Panjang

Launching pemasaran TTIC di BKPP DIY, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-Rheisnayu Cyntara

Harianjogja.com, JOGJA-- Toko Tani Indonesia Center (TTIC) digadang-gadang mampu memotong mata rantai niaga pangan dari produsen ke tangan konsumen.

Oleh sebab itu, pihak Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan DIY menggandeng gapoktan dan para produsen lainnya untuk menjual produknya di TTIC.

Kepala BKPP DIY, Arofah Nur Indriani menuturkan ketersediaan pangan DIY sudah ada di level baik. Namun demikian masih diperlukan peningkatan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan bahan pangan tersebut.

Pasalnya meski dianggap cukup baik, namun ketersediaan pangan tersebut belum sampai tingkat konsumsi rumah tangga. Belum lagi masih ada 10 desa rawan pangan di wilayah DIY dengan prosentase 2,2% dari seluruh desa yang ada. Selain itu, masih ada 10,32% penduduk miskin yang butuh diperhatikan kebutuhan kalorinya.

Maka, menurut Arofah, TTIC diharapkan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Terutama dalam menekan harga bahan pangan akibat panjangnya rantai distribusi dari produsen ke tingkat konsumen.

Caranya dengan menggandeng gapoktan dan produsen lainnya untuk menyetorkan hasil produksinya ke TTIC untuk dijual langsung ke konsumen. Sehingga TTIC dapat menjual bahan pangan di bawah harga pasar dan produsen mendapatkan keuntungan sesuai standar yang ada.

"Kerjasama yang kami lakukan dengan produsen berbentuk konsiyasi. Bahkan selama dua bulan sebelum launching kami juga sudah berhasil menjual 2,5 ton beras dari 20 gapoktan, dan produk-produk lainnya," ujarnya saat launching pemasaran TTIC di BKPP DIY, Kamis (3/5/2018).

Arofah menyebut 97 TTIC yang ada di seluruh wilayah DIY juga difungsikan sebagai instrumen sistem informasi untuk mengecek kebutuhan masyarakat dengan stok yang ada. Selain itu juga untuk memantau perkembangan harga sehingga bisa menjadi referensi pasar.

Upaya pemerintah dalam mengusahakan stabilisasi harga, menurut Arofah tak hanya melalui TTIC saja. Tetapi juga melalui Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) yang dimiliki 57 gapoktan di seluruh DIY. LDPM ini berfungsi sebagai lumbung cadangan dan distribusi bahan pangan di tingkat masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris BKPP Kementerian Pertanian RI, Mulyadi Hendiwan menuturkan TTIC merupakan upaya pemerintah hadir dalam memenuhi persedian pasokan bahan pangan dan mempengaruhi harganya agar stabil. Sehingga pasokannya cukup, kualitasnya baik, dan harganya pun tidak di atas HET yang telah ditentukan.

"Kami mengintervensi agar dapat mempengaruhi harga tanpa ada spekulan yang bermain. Selain itu juga memperpendek supply chain sehingga penambahan harga di tiap tahapan mata rantai bisa dikurangi," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online