Cadangan Devisa Stabil, Ketahanan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Penumpang turun dari pesawat dan menuju bus apron./Ist
Harianjogja.com, TANGERANG—JAS Airport Services meresmikan lima unit bus apron lower deck atau yang memiliki sasis frame rendah pertama di Indonesia. Rencana bus ini beroperasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Bus apron berkapasitas 105 orang berfungsi melayani proses perpindahan penumpang dari pesawat ke terminal atau sebaliknya, terutama menjelang Asian Games pada Agustus 2018 dan Paragames Asia pada Oktober 2018," kata Direktur Utama JAS Airport Services Adji Gunawan, Kamis (9/8/2018).
Dia mengatakan penambahan bus apron lower deck merupakan upaya JAS dalam membenahi peralatan pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE), yaitu dengan mematuhi Peraturan Dirjen Perhubungan Udara No.635/2015 tentang Standar GSE dan Kendaraan Operasional yang Beroperasi di Sisi Udara.
Kepatuhan yang dimaksud, lanjutnya adalah lower deck dari depan sampai belakang, sasis monokok yaitu kerangka bus menjadi kesatuan dengan bodi dan sasis tidak dimodifikasi sama sekali.
Selain lower deck, bus apron 8 pintu ini memiliki CCTV dan suspensi udara canggih dengan kemampuan miring sampai level tertentu untuk mempermudah penyandang disabilitas leluasa naik-turun bus.
Bus apron tersebut diklaim merupakan jenis yang juga dipakai di bandara-bandara internasional dan para pemain global seperti Terminal 4 Changi dan Swissport. Adapun JAS memang fokus pada layanan berkualitas guna meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang.
"Kami berada di bandara internasional yang juga melayani berbagai maskapai internasional, maka sudah sepatutnya mengikuti standar internasional. Semoga fasilitas terbaru ini memberikan nilai tambah untuk bandara dan maskapai pelanggan JAS," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.