Investasi Alat Kesehatan Bakal Capai Rp5,7 Triliun hingga 2024
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Ilustrasi replika uang di Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (4/4).Bisnis Indonesia-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA—Dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir, suku bunga acuan saat ini naik menjadi 5,50, suku bunga deposit facility 4,75% dan suku bunga lending facility 6,25%. Kenaikan suku bunga acuan tersebut diyakini bank sentral guna menjaga daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas aman. Tren kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia diprediksi akan sedikit memukul kinerja kredit konsumsi perbankan.
Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David E. Sumual memprediksi kekhawatiran para perbankan akan kinerja kredit konsumsi belum sepenuhnya benar. Pasalnya, ke depan kinerja kredit konsumsi masih berdasarkan segmen.
Pada kredit konsumsi kelas tinggi biasanya hanya ada dua produk yakni kepemilikan properti dan kredit kendaraan bermotor. Selebihnya, kredit kecil seperti cicilan tanpa agunan dan sejenisnya.
“Kalau yang kepemilikan properti sebelum ada kenaikan suku bunga kan juga memang sudah melambat, jadi proyeksinya masih akan sama untuk yang segmen atas atau mulai Rp1 miliar akan lebih lambat sementara yang Rp500 jutaan ke bawah akan masih baik,” katanya, Rabu (29/8/2018).
Pasalnya, kredit untuk produk khususnya rumah atau kendaraan bermotor di bawah Rp500 juta masih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi konsumen.
Sehingga David memastikan dalam jangka pendek kinerja kredit konsumsi belum sepenuhnya akan bergejolak turun bahkan diproyeksi masih moderat. Apalagi Bank Sentral melakukan kenaikan suku bunga secara perlahan tidak drastis seperti negara lain.
Menurutnya, dengan kondisi ini perbankan tidak perlu serta merta mengubah fokus pola kompetensi inti untuk menambal penurunan kinerja kredit konsumsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.