Harga Turun, BI Proyeksi September Mungkin Deflasi

Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus Sabtu, 22 September 2018 09:30 WIB
Harga Turun, BI Proyeksi September Mungkin Deflasi

Tim dari Biro Perekonomian dan Pembangunan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memantau harga kebutuhan pokok pangan jelang Ramadan 2018 di Pasar Wates, Selasa (8/5/2018).Harian Jogja-Uli Febriarni

Harianjogja.com, JAKARTA—Survei Indeks Harga Konsumen minggu kedua Bank Indonesia (BI) menunjukkan penurunan harga sejumlah bahan pangan sehingga menciptakan potensi deflasi.

Gubernur BI Perry Wajiyo mengatakan hingga minggu kedua bulan September indeks harga konsumen menunjukkan deflasi sebesar 0,04% month to month (mtm). "Sehingga year on year 3,03%," kata Perry di kompleks Perkantoran BI, Jumat (21/9).

Menurut dia, faktor yang mengakibatkan deflasi seperti kecenderungan penurunan bahan makanan, seperti daging ayam, telur dan beras yang sudah stabil. Dengan demikian, Perry menyampaikan kondisi ini memungkinkan kebijakan yang ditempuh dari penyediaan pasokan serta distribusi pemerintah berjalan baik sehingga inflasi di indonesi tetap rendah dan stabil. "Sehingga diyakini target inflasi tahun ini 3,5 persen plus minus 1 persen akan tercapai," tegas Perry.

Bahkan, dia melihat ada kecenderunganya lebih rendah dari titik tengah. Karena itu, BI mengapresiasi pemerintah atas upaya menjaga pasokan dan distribusi bahan makanan.

Selain itu, faktor ekspektasi inflasi yang terjaga baik dari sisi konsumen dan produsen di sektor ekonomi dan pasar keuangan. Faktor penguat lainnya adalah kebijakan dari sisi moneter fiskal dalam mengendalikan permintaan tetap jalan secara baik. "Dalam konteks seperti ini, kami tidak melihat dampak pelemahan nilai tukar ke harga," kata Perry.

Sejauh ini, BI melihat perkembangan harga terkendali. Bahkan, harga-harga bisa dikatakan cukup rendah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online