Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-Keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga, kembali menuai kritik dariPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Di hadapan para wartawan Gedung Putih, Trump menyebut The Fed terlalu cepat mengambil keputusan, padahal angka inflasi berada di posisi rendah dan data perekonomian menunjukkan kondisi yang kuat.
“Saya lebih suka melihat suku bunga yang rendah. Mereka melakukan apa yang mereka pikir perlu, tapi saya tidak menyukainya. Tingkat inflasi terkontrol dan kita merasakan banyak hal baik terjadi,” kata Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih, Selasa (9/20/2018) waktu setempat.
Sebagaimana diberitakan Reuters, Trump menilai langkah The Fed terlalu cepat terlepas dari kondisi perekonomian Amerika Serikat saat ini.
“Saya rasa tidak perlu lah secepat itu,” tambahnya.
Bank sentral Amerika Serikat, The Fed terakhir menaikkan suku bunga September lalu dan melanjutkan kebijakan moneter yang ketat. Langkah itu didasari perkiraan ekonomi Amerika masih akan menikmati pertumbuhan ekonomi setidaknya hingga tiga tahun ke depan.
Kongres Amerika memerintahkan The Fed untuk mencapai tingkat inflasi yang rendah dan penurunan angka pengangguran. Saat ini inflasi tahunan Amerika Serikat berada di atas 2% dan angka pengangguran berada di level terendah dalam 40 tahun.
“Yang terpenting adalah, saat ini kita berhasil memecahkan rekor,” tambah Trump.
“Saya tidak ingin keberhasilan itu melambat, terlebih ketika kita tidak punya masalah inflasi.”
Ini bukan kali pertama Trump menunjukkan ketidaksetujuannya. September lalu ia langsung menyampaikan kekecewaan usai The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga. Trump mengaku ia belum mendiskusikan pandangannya kepada Ketua The Fed Jerome Powell.
“Saya lebih suka tidak terlibat,”ungkapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.