Erupsi Anak Krakatau Batalkan 5 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
SPBU Pertamina. Ilustrasi/Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JAKARTA--PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga bahkan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan nonpenugasan (seri Pertamax, Perta Dex, dan Biosolar nonsubsidi) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kenaikan harga seri Pertamax itu berlaku mulai hari ini, Rabu (10/10/2018) pukul 11.00 WIB di seluruh SPBU di Indonesia, kecuali Palu dan Donggala.
Namun, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengumumkan bahwa harg Premium naik 7% atau Rp450 per liter menjadi Rp7.000 per liter di wilayah Jawa dan Bali pada hari ini mulai pukul 18.00 WIB. Namun, pemerintah kembali menarik pernyataan tersebut dengan alasan menunggu kesiapan Pertamina.
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero) Syahrial Muchtar pun menjelaskan bahwa pilihan perseroan yang belum melakukan penyesuaian harga untuk Premium dan Pertalite.
Syahrial mengatakan dengan melihat kondisi makro harga minyak dunia, perusahaan sudah sewajarnya menaikkan harga BBM. Di sisi lain, untuk Premium dan Pertalite, faktor menjaga daya beli masyarakat menjadi alasan mendasar.
Menurutnya, kondisi harga minyak mentah dunia terus merangkak naik dan rata-rata menembus US$80 per barel. Dengan dasar hukum Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM, Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Setelah penyesuaian, harga Pertamax menjadi Rp10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp12.250/ liter, Pertamina Dex Rp11.850/liter, DexliteRp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp9.800/liter.
“Kami dan pemerintah kan terus bersinergi, bagaimana Pertamina tetap menjalankan tugas dengan baik. Untuk setiap penyesuaian harga produk, kami perhatikan betul dampaknya,” tegasnya.
Syahrial menambahkan dengan adanya penyesuaian harga BBM tersebut, tidak memengaruhi konsumsi BBM Pertamina. Menurutnya, konsumen produk Pertamax Series mengutamakan kualitas dan tidak mudah terpengaruh penyesuaian harga.
“Dengan kampanye kami dan program Berkah Energi Pertamina, secara sadar 20% konsumen Premium bergeser ke Pertalite dan Pertamax Series. Kami masih yakin program ini, memberikan dampak lain,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Lima penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau.
Kabupaten Sleman masih kekurangan ratusan tenaga kesehatan. Dinkes mempercepat rekrutmen BLUD yang kini memasuki tahap CBT sembari menunggu formasi ASN dari Kem
Liverpool resmi menggandeng Turkish Airlines sebagai sponsor utama jersei mulai musim 2027/2028. Nilai kontraknya disebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Pr
Boy Thohir memperluas investasi ke MGLV yang bergerak di data center dan AI. Simak kepemilikan dan arah ekspansi bisnisnya.
Geely Panda Mini Karting Edition resmi meluncur di China dengan harga sekitar Rp115 juta. Mobil listrik mungil ini memakai baterai CATL dan mampu menempuh jarak
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.