Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
SPBU Pertamina. Ilustrasi/Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JAKARTA--PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga bahkan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan nonpenugasan (seri Pertamax, Perta Dex, dan Biosolar nonsubsidi) di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kenaikan harga seri Pertamax itu berlaku mulai hari ini, Rabu (10/10/2018) pukul 11.00 WIB di seluruh SPBU di Indonesia, kecuali Palu dan Donggala.
Namun, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengumumkan bahwa harg Premium naik 7% atau Rp450 per liter menjadi Rp7.000 per liter di wilayah Jawa dan Bali pada hari ini mulai pukul 18.00 WIB. Namun, pemerintah kembali menarik pernyataan tersebut dengan alasan menunggu kesiapan Pertamina.
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero) Syahrial Muchtar pun menjelaskan bahwa pilihan perseroan yang belum melakukan penyesuaian harga untuk Premium dan Pertalite.
Syahrial mengatakan dengan melihat kondisi makro harga minyak dunia, perusahaan sudah sewajarnya menaikkan harga BBM. Di sisi lain, untuk Premium dan Pertalite, faktor menjaga daya beli masyarakat menjadi alasan mendasar.
Menurutnya, kondisi harga minyak mentah dunia terus merangkak naik dan rata-rata menembus US$80 per barel. Dengan dasar hukum Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM, Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Setelah penyesuaian, harga Pertamax menjadi Rp10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp12.250/ liter, Pertamina Dex Rp11.850/liter, DexliteRp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp9.800/liter.
“Kami dan pemerintah kan terus bersinergi, bagaimana Pertamina tetap menjalankan tugas dengan baik. Untuk setiap penyesuaian harga produk, kami perhatikan betul dampaknya,” tegasnya.
Syahrial menambahkan dengan adanya penyesuaian harga BBM tersebut, tidak memengaruhi konsumsi BBM Pertamina. Menurutnya, konsumen produk Pertamax Series mengutamakan kualitas dan tidak mudah terpengaruh penyesuaian harga.
“Dengan kampanye kami dan program Berkah Energi Pertamina, secara sadar 20% konsumen Premium bergeser ke Pertalite dan Pertamax Series. Kami masih yakin program ini, memberikan dampak lain,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.