Kasus Covid-19 Mereda, Inggris Mulai Longgarkan Lockdown
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Bank Sentral Filipina/theexpat.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Tekanan ekonomi di Filipina terlihat mulai mereda. Ekonomi Filipina diperkirakan akan bangkit pada 2019 ini.
Setelah goncangan inflasi, kemerosotan mata uang sebesar 5% dan defisit transaksi berjalan yang melebar membebani Filipina pada 2018, tekanan terlihat mulai menurun.
Pertumbuhan harga konsumen melambat bulan lalu, kinerja peso dan saham rebound, dan transaksi berjalan tampak tetap terkendali.
Pertumbuhan ekonomi negara beribu kota Manila ini diperkirakan akan melampaui 6% dengan reserve buffer menjadi salah satu yang terkuat di antara pasar negara berkembang (emerging market) global, menurut Moody\'s Investors Service.
“Kita telah melihat yang terburuk pada 2018. Kita optimistis namun tetap berhati-hati karena tahu kita tidak lagi dalam kondisi itu,” ungkap Jonathan Ravelas, kepala strategi pasar di BDO Unibank Inc., Manila, seperti dilansir Bloomberg.
Indeks saham acuan Filipina telah naik lebih dari 7% sepanjang tahun ini. Kenaikan tersebut menjadi terbesar di Asia. Nilai tukar peso pun menguat 0,6% ke level 52,3 per dolar AS, setelah menjadi salah satu yang paling terpukul oleh kemunduran pasar negara berkembang pada 2018.
Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan nilai tukar peso akan menguat hingga ke level 50 per dolar AS selama 12 bulan ke depan. Pengetatan kondisi keuangan tahun lalu dinilai akan memperlambat permintaan domestik dan pertumbuhan impor sehingga membantu mendukung transaksi berjalan.
“Ada lebih banyak ruang bagi peso untuk rebound, dengan reserve buffer yang cukup dan fundamental yang cukup solid,” ujar Koji Fukaya, chief executive officer di FPG Securities Co., Tokyo.
Filipina memiliki keuntungan karena memiliki kewajiban utang luar negeri yang rendah. Pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo tahun ini dan total non-resident deposits selama satu tahun diperkirakan mencapai 25% dari cadangan devisa untuk tahun 2019, terendah di antara 19 pasar negara berkembang yang dilacak oleh Bloomberg, menurut perkiraan Moody\'s.
Pengiriman uang (remitansi) oleh warga Filipina yang tinggal di luar negeri menjadi pilar utama dukungan bagi ekonomi dan mata uang negara ini, dengan jumlah hingga 10% dari produk domestik bruto.
Arus masuk itu kemungkinan naik 8% pada November dari tahun sebelumnya karena ada lebih banyak orang yang mengirimkan uang ke kampung halaman mereka ini untuk liburan, menurut survei Bloomberg.
Ketika fundamental-fundamental ekonomi menguat, ini akan mengimbangi berbagai risiko termasuk perang perdagangan AS-China yang berkepanjangan dan kenaikan harga minyak dunia, yang telah menghambat ekonomi Filipina tahun lalu.
“Keadaannya tidak lagi suram. Investor siap terjun kembali ke Filipina,” tambah Ravelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Kebiasaan pagi sederhana seperti minum air putih dan menunda kopi ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Virgoun dan Lindi Fitriyana dikaruniai anak laki-laki bernama Perfexio Muthmain Virgoun pada 14 Mei 2026.
Wuling Binguo Pro tembus 30.000 pesanan sebelum resmi meluncur. Harga murah dan fast charging jadi daya tarik utama.
iPhone Fold disebut baru meluncur September 2026, sementara Huawei, Vivo, Oppo, dan Honor lebih dulu memanaskan pasar HP lipat layar lebar.