Program Listrik Desa 2026 Bidik 2.792 Lokasi, Akses Makin Luas
Program Listrik Desa 2026 menargetkan 2.792 lokasi dengan anggaran Rp10,3 triliun. Validasi data menjadi kunci pemerataan akses listrik nasional.
Ilustrasi penumpang berada di sisi dekat jendela pesawat./emirates247.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan tetap mengizinkan Lion Air dan Wings Air memberlakukan bagasi tercatat berbayar dengan sejumlah penyesuaian, sementara Citilink Indonesia ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan sikap itu merespons tunturan publik atas mahalnya biaya bagasi tercatat berbayar yang dikutip maskapai layanan minimum (no frills) atau sering disebut low cost carrier (LCC). “Untuk Lion karena sudah diberlakukan, akan tetap diberlakukan. Namun ada penyesuaian-penyesuaian, terutama tarif bagasi,” katanya, Jumat (1/2).
Dia meminta Lion Air dan Wings Air menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pengenaan biaya tercatat berbayar. Sejauh ini, beberapa hal yang harus ditindaklanjuti oleh kedua maskapai itu yaitu masih banyak penumpang yang belum memahami tata cara pembelian bagasi melalui prepaid. Penumpang banyak membeli vocer bagasi di check-in counter dengan harga excess baggage ticket (EBT) yang jauh lebih mahal.
Dia menambahkan tarif bagasi berbayar prepaid tidak disosialisasikan dengan baik sehingga masyarakat belum mengetahui besaran harganya. Kemudian pembelian bagasi berbayar prepaid melalui situs Lion Air masih terdapat beberapa kekurangan tampilan pada sistem.
Menurutnya, harus ada penjelasan terperinci mengenai pembelian bagasi berbayar untuk penerbangan langsung, transit dan transfer yang dilakukan oleh kombinasi antara Lion Air, Wings Air, maupun Batik Air.
Poin selanjutnya, adalah agar setiap keluhan penumpang terkait bagasi berbayar dapat ditindaklanjuti secara proporsional dengan menyampaikan tindak lanjut yang dilakukan. Hal tersebut menjadi suatu informasi yang mengedukasi penumpang, melalui media elektronik, media cetak, maupun media sosial.
Lion Air Group juga diimbau sosialisasi dengan membuat infografik mengenai daftar harga tarif prepaid maupun EBT untuk semua rute yang dilayani dan batasan bagasi prepaid yang dapat dibeli oleh penumpang. Polana berharap poin evaluasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti, agar tidak terjadi polemik berkepanjangan antara penumpang dan maskapai.
Danang juga akan merespons setiap imbauan dari regulator terkait dengan sosialisasi pemberlakuan tarif bagasi tercatat maupun tarif prepaid baggage. “Kami terus akan intensifkan sosialisasi prepaid baggage. Channel sosialisasi masih sama, tetapi konten akan dibuat lebih menyesuaikan dengan segmen masyarakat agar mudah dipahami,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Listrik Desa 2026 menargetkan 2.792 lokasi dengan anggaran Rp10,3 triliun. Validasi data menjadi kunci pemerataan akses listrik nasional.
Jadwal KRL Palur-Jogja 6 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di 13 stasiun.
Lima remaja SMP dan SMK diamankan warga di Karangnongko, Klaten. Mereka diduga hendak nglitih dan kedapatan membawa stik golf serta selang.
Polisi mendalami motif penyerangan tiga jemaah Masjid Darul Ma’arif di Duren Sawit. Sejumlah senjata tajam dan tabung gas ditemukan.
Program Gentengisasi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi. Sugiono menyebut program ini berpotensi menggerakkan UMKM dan membuka lapangan kerja.
Lima mahasiswa UGM asal Banyumas mengolah limbah jerami menjadi hard carbon untuk material anoda baterai ion natrium.