Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JAKARTA - Hasil Pilpres 2019 diyakini bisa mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan ke level 6.900 pada tahun ini.
Grup riset dari DBS Bank, bank beraset terbesar di Asia Tenggara, memperkirakan aliran modal asing akan semakin membanjiri pasar saham Indonesia hingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan ke level 6.900 pada tahun ini, atau melesat dari ekspetasi sebelumnya, karena sentimen positif investor menyikapi hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019.
"Kami menegaskan peringkat Overweight kami untuk Indonesia, dan meningkatkan target IHSG kami dari 6.500 menjadi 6.900 berdasarkan atas perkiraan keuntungan 16 kali dalam 12 bulan ke depan," kata Joanne Goh, Equity Strategist dan Philip Wee, FX (Foreign Exchange) Strategist dari DBS Group Research seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Kamis (18/4/2019).
Joanne, yang merujuk pada hasil hitung cepat (quick count) oleh lima lembaga survei di Indonesia, memperkirakan Joko Widodo sebagai petahana didampingi Ma\'ruf Amin sebagai calon Wakil Presiden, kemungkinan besar akan memimpin Indonesia selama 2019-2024. Jika itu terjadi, pelaku pasar berharap stabilitas perekonomian terjaga dan reformasi struktural perekonomian terjadi.
"Pemodal dapat mengetahui apa yang bisa diharapkan berdasarkan atas rekam jejak periode pertama Joko Widodo. Pembangunan infrastruktur akan berlanjut, disertai rencana lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.
Kebijakan lain dari sisi ekonomi yang dinanti pasar adalah pemerataan kekayaan dan pengembangan desa di luar Pulau Jawa. Kemudian, rencana Jokowi untuk melanjutkan reformasi birokrasi dan menarik lebih banyak investasi manufaktur untuk mengurangi ketergantungan sumber daya alam dan mineral.
"Kami yakin bahwa pemodal akan memberikan tanggapan positif terhadap hasil Pemilu. Selama masa jabatannya (Jokowi), Indonesia berhasil menaikkan peringkatnya menjadi peringkat investasi dan berhasil melalui krisis mata uang pasar negara berkembang dalam skala kecil pada 2018 tanpa menimbulkan banyak dampak negatif pada pertumbuhan serta sistem keuangan," ujarnya.
Adapun, berdasarkan hasil hitung cepat lima lembaga survei di Indonesia, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma\'ruf Amin meraih perolehan suara lebih banyak dibanding pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Kelima lembaga survei itu adalah Litbang Kompas, LSI Denny JA, Indo Barometer, Median, dan Kedai Kopi
Meskipun demikian Prabowo Subianto, calon Presiden berlatar belakang militer, dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, mengklaim memiliki perhitungan akurat yang berbeda dengan hasil kemenangan lembaga survei. Prabowo mengaku memperoleh suara hingga 62 persen berdasarkan perhitungan lembaga internal Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno.
Kepastian pemenang Pemilu Presiden akan menunggu penghitungan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum dan akan diumumkan pada 22 Mei 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.