Advertisement
Pelajar dan Mahasiswa Jadi Sasaran Gerakan Pembayaran Nontunai
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-Kalangan mahasiswa dan pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sasaran Gerakan Nasional Transaksi Nontunai, karena dinilai mereka lebih cepat bisa menerima perubahan sistem pembayaran dari tunai ke nontunai.
"Kami memilih mereka karena mahasiswa dan pelajar bisa menerima setiap perubahan, termasuk perubahan sistem pembayaran dari tunai ke nontunai," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Arief Budi Santoso di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (8/11/2014).
Advertisement
Di sela acara pelatihan wartawan se Jateng-DIY 2014 yang diselenggarakan Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY, ia mengatakan pihaknya pada tahun lalu sudah melakukan kajian mengenai sistem pembayaran nontunai di empat universitas di DIY, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Indonesoa, dan Universitas Pembangunan Nasional.
"Kami mengharapkan agar mahasiswa dapat menjadi pionir perubahan dalam bertransaksi yang selama ini secara tunai menjadi nontunai," kata Arif Dalam pelatihan dengan topik "E-Money and Financial Inclusion" yang berlangsung 7-8 November itu, ia mengatakan sebenarnya beberapa bank di Jogja sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah SMA terutama yang dilewati jalur Bus TransJogja.
"Para pelajar di SMA tersebut dapat menggunakan kartu nontunai untuk melakukan pembayaran saat menumpang Bus TransJogja," katanya.
Menurut dia, segmen pelajar ini juga potensial untuk digarap dalam Gerakan Nasional Transaksi Nontunai, sehingga layanan keuangan digital BI kini sedang mencoba mengkaji kira-kira apakah tepat Jogja menjadi tempat uji coba penggunaan sistem transaksi nontunai.
"Memang E-money ini bukan produknya Bank Indonsia (BI), sehingga pihaknya belum bisa memastikan jumlah kampus dan sekolah yang disasar," katanya.
Ia mengatakan nontunai merupakan produk bank, bukan BI. "Jadi kami harus kerja sama dengan mereka untuk mempromosikan, sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar. Kami tidak bisa sendiri, sehingga harus kerja sama dengan oihak bank penerbit kartu nontunai," katanya.
Ditanya mengenai hasil penerapan sistem transaksi nontunai di UGM, ia mengatakan sekarang ini sementara digunakan untuk pembayaran SPP.
Kemudian, kata dia, nantinya ditingkatkan jika selama ini kartu mahasiswa hanya sebagai alat pembayaran SPP, namun sekarabng ditingkatkan penggunaannya untuk pembayaran di koperasi mahasiswa (kopma), dan kantin.
"Sekarang ini makin banyak jumlah jenis usaha di lingkungan UGM yang bisa menerima pembayaran nontunai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Pohon Tumbang Rusak Rumah, BPBD Sleman Salurkan 20 Paket Bantuan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Indosat Hentikan Iklan IM3 Soal Zakat yang Viral dan Menuai Protes
- Stok Beras Digenjot, Bulog Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang
- Update Harga Emas Hari Ini, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
- Harga Pangan dan BBM Tekan Inflasi Jogja Saat Lebaran
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Advertisement




