Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Para pengunjung sedang bertransaksi di stan Pegadaian di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Minggu (29/4/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-PT Pegadaian Area Jogja mampu menghimpun transaksi dari pengunjung pameran selama empat hari di Jogja Expo Center (JEC) di Banguntapan, Bantul dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp100 juta.
Pegadaian ikut berperan dalam pameran Peluang Investasi Perdagangan, Pariwisata dan Produk Pangan Nusantara dan Program Kemitraan Bina Lingkungan yang berlangsung 26-29 April. Pameran tersebut diikuti 128 stan dari 25 daerah kabupaten dan kota se-Indonesia.
Stan Pegadaian yang cukup strategis, yakni menempati area pintu masuk pameran mampu mengaet banyak pengunjung. "Sebagian besar pengunjung ke stan kami langsung bertransaksi, terutama soal pembiayaan mikro Amanah atau kredit barang seperti kendaraan," kata Asisten Manajer Penjualan dan Pemasaran Pegadaian Area Jogja, Muhammad Badarudin Hariadi, di sela-sela melayani pengunjung di stan Pegadaian, Minggu (29/4/2018).
Badarudin mengaku persiapan untuk mengikuti pameran tersebut sebetulnya mepet karena banyak kegiatan yang tengah dikerjakan pegadaian. Namun, ia bersyukur meski persiapannya mepet masih dapat menggaet banyak pengunjung. Selain transaksi pembiayaan mikro Amanah, hari pertama pameran, stan Pegadaian juga diramaikan dengan pengunjung yang ingin mengikuti lelang barang.
Badarudin menambahkan di tengah kemajuan teknologi informasi, PT Pegadaian juga terus berupaya untuk melakukan trobosan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini Pegadaian sudah menerapkan strategi layanan berupa channel distribution atau akses layanan melalui agen Pegadaian yang didirikan masyarakat atau badan hukum dan menjadi perpanjangan tangan dari Pegadaian.
Selain itu juga ada digital service atau akses layanan melalui aplikasi mobile pegadaian digital service. Layanan tersebut memungkinkan mayarakat mengakse layanan di manapun dan kapanpun tanpa harus mendatangi kantor Pegadaian.
Tidak hanya itu, bahkan berbagai inovasi produk dan layanan juga sudah lebih dahulu diluncurkan, seperti pembiayaan, investasi emas, dan aneka jasa. "Memang sebagian besar masyarakat masih ada anggapan bahwa Pegadaian tempatnya menggadai barang. Padahal tidak, ada banyak jenis produk dan layanan di Pegadaian," papar dia.

Sementara itu, Manajer Event PT Peraco selaku penyelenggara pameran mengatakan, pameran Peluang Investasi Perdagangan, Pariwisata dan Produk Pangan Nusantara tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Jumlah pengunjung yang tercatat sampai hari ketiga pameran sudah menembus angka 11.000 pengunjung. Padahal tahun lalu hanya 8.000 pengunjung.
Ia meyakini target transaksi dari semua stan selama pameran bisa menembus angka Rp6 miliar, meningkat di banding tahun lalu yang hanya mencapai Rp4,9 miliar. Bahkan tahun depan pihaknya berencana memanfaatkan tiga gedung JEC. "Peminatnya cukup tinggi," kata Siswono.
Pameran tahun ini terdapat tiga sektor, yakni pariwisata, perdagangan, dan olahan pangan unggulan. Siswono mengakui sektor olahan pangan unggulan dari masing-masing daerah masih mendominasi pengisi stan, bahkan mencapai 40% dari total 128 stan. Pameran tersebut tidak hanya diikuti oleh masing-masing pemerintah daerah, namun juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kementerian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.