Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi pedagang beras/JIBI-Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, DENPASAR–Meski Juli-September musim paceklik, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia akan surplus beras hingga 400.000 ton pada November 2018 hingga Januari 2019.
Menurut Amran, saat ini pihaknya telah menyiapkan beberapa infrastruktur mulai dari pembangunan irigasi di seluruh Indonesia seluas 3,4 juta hektare, pembangunan lumbung hingga distribusi lebih dari 100.000 pompa air untuk memastikan masa tanam aman dari kekeringan. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan beras, pihaknya juga menambah luas areal tanam padi.
Kata dia, selama ini hasil produksi beras dari luas area tanam tidak mencukupi kebutuhan beras masyarakat. Misalnya, masa tanam Juli hingga September pada setiap tahun hanya mampu memenuhi separuh kebutuhan beras Indonesia. Pada masa tanam tersebut, biasanya luas lahan produksi adalah sebesar 500.000 hektar dengan potensi produksi 3 juta ton gabah. Namun, pada panen nantinya akan menghasilkan 1 juta ton beras.
Sementara, kebutuhan beras masyarakat Indonesia adalah 2,5 juta ton. Artinya akan ada defisit kebutuhan beras hingga 1 juta ton pada November. “Jadi masa tanam Juli, Agustus, September kita jaga, dengan menjaga sumber masalahnya [luas tanam],” katanya, Kamis (7/9/2018).
Kata dia, saat ini luas area tanam untuk masa produksi Juli sampai September 2018 telah ditambah dua kali lipat menjadi 1 juta hektar. Dengan kondisi ini, akan mampu menghasilkan gabah hingga 6 juta ton yang akan menjadi 3 juta ton beras.
Jumlah beras yang akan dimiliki Indonesia ini belum termasuk stok di Bulog sebanyak 2,4 juta ton.
Kata dia, ini akan menjadi solusi permanen, yakni tidak boleh menanam di bawah 1 juta hektar. Selain itu, pembangunan irigasi, lumbung padi, pompa air, dan sumur juga akan terus ditingkatkan untuk memaksimalkan produksi. “Sehingga kita nanti akan surplus 400.000 ton beras pada November hingga Januari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.
Inflasi DIY September 2026 mencapai 0,26% secara bulanan, dipicu kenaikan harga beras, cabai rawit, hingga telur ayam ras.
Presiden Prabowo merombak kabinet pada 1 Oktober 2026. Bahlil, Sugiono, Dudung, Sarmuji, hingga Listyo Sigit mendapat posisi baru.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.