Advertisement
Bulog Hanya Salurkan 400 Ton Beras BPNT
Ilustrasi beras Bulog. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Terkait dengan rencana Perum Bulog yang mengusulkan penyaluran beras melalui sistem natura, Bulog Divre DIY belum bisa menanggapi. Namun, selama ini penyaluran beras untuk masyarakat melalui program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di wilayah DIY tidak semuanya disuplai oleh Bulog.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bulog Divre DIY Akhmad Kholisun kepada Harian Jogja, Senin (17/9). Selama ini, untuk penyaluran beras sejahtera (rastra) memang dilakukan oleh Bulog, sedangkan penyaluran melalui BPNT dibebaskan.
Advertisement
"BPNT disalurkan oleh perbankan melalui agen-agennya. Namun, penyuplainya dibebaskan dan tidak hanya Bulog. Bahkan penyaluran BPNT di Kabupaten Kulonprogo dan Sleman, kami sama sekali tidak masuk ke sana," ungkap Kholisun.
BPNT yang disalurkan Bulog Divre DIY hanya di sebagian wilayah Kota Jogja dan Bantul. Adapun dari sekitar 3.800 ton beras BPNT yang disalurkan setiap bulannya, Bulog hanya menyalurkan sekitar 400 ton.
BACA JUGA
Kholisun memaparkan meskipun suplier beras BPNT diserahkan oleh masing-masing wilayah, namun Bulog tetap berharap penyalur tersebut bisa menjadi salah satu gerai penyalur beras Bulog.
"Karena Bulog diberi penugasan oleh pemerintah, untuk melakukan penyerapan beras petani sebanyak-banyaknya sesuai ketentuan untuk menjaga stok nasional," ungkap Kholisun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Salat Id di Gumuk Pasir Bantul, Umat Muslim Diajak Pererat Persatuan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
- Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia
- Obituarium Michael Hartono, Pernah Raih Medali Asian Games
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Pemerintah Tak Naikkan BBM meski Harga Minyak Naik, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement








