Advertisement
Adhelya Fhifhahamni : Utamakan Membangun Citra Diri Ketimbang Transaksional Bisnis
Assistant Director of Sales Crystal Lotus Hotel Yogyakarta Adhelya Fhifhahamni. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketatnya persaingan bisnis perhotelan di Jogja, begitu disadari Adhelya Fhifhahamni. Apalagi sebagai seseorang yang berkarir di bidang sales and marketing, persaingan tersebut amat dirasakan.
Kendati demikian, Assistant Director of Sales Crystal Lotus Hotel Yogyakarta ini tak selalu memandang persaingan bisnis sebagai hal utama. Adhel demkian perempuan kelahiran Cilacap, 26 Desember 1990 ini disapa, memilih melakukan hal yang berbeda dengan tidak selalu mengedepankan transaksional bisnis semata. "Justru yang coba saya bangun adalah relationship, antara saya dengan pelanggan atau klien. Pertama bagi saya adalah mem-branding diri sendiri itu penting," ujar Adhel kepada Harian Jogja, Senin (1/10).
Advertisement
Membangun citra diri dan ikatan emosional yang baik dengan semua klien, akan memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar ikatan profesionalisme semata. Hal itu sangat penting bagi suatu perusahaan, karena personal touch dan membangun loyalitas pelanggan terhadap suatu korporasi akan secara tidak langsung juga dapat mendorong bisnis. "Bagi saya yang perlu dipertahankan seorang sales adalah bagaimana membangun loyalitas dengan klien dan pelanggan, sehingga nantinya akan memberikan kontinyuitas atau repeat order secara berkesinambungan," ungkap Adhel.
Adhel menilai tingkat kesuksesan sebuah penjualan, bukan ketika seseorang berhasil mendapatkan sebuah bisnis. Akan tetapi, bagi alumnus Magistra Utama ini ketika mendapatkan sebuah peluang bisnis, kemudian dapat mengatur bisnis tersebut dengan baik hingga menjadi bisnis yang berkepanjangan, maka di situlah keberhasilan bisnis itu berada.
BACA JUGA
Sejak menamatkan pendidikan di bangku sekolah menengah atas, Adhel sudah melihat peluang karier yang besar di industri perhotelan. Motivasi ini juga yang mendorong Adhel terus konsisten berkarier di bidang ini selepas lulus 2010 lalu.
"Pada tahun itu, memang belum banyak hotel di Jogja. Akan tetapi, saya melihat pariwisata merupakan industri yang tidak akan pernah mati. Lapangan pekerjaan akan semakin luas dan beragam, sehingga ketika berkarier di perhotelan, saya meyakini akan ada banyak peluang karier di masa yang akan datang," jelas Adhel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








