Berkat Pertumbuhan Properti, Pasar Kerajinan Mebel Masih Terbuka

Berkat Pertumbuhan Properti, Pasar Kerajinan Mebel Masih TerbukaIlustrasi mebel - Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu
27 September 2018 06:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kendati pasar ekspor tengah menghadapi guncangan perang dagang dari negara-negara tujuan ekspor, namun pasar lokal masih memberikan peluang bagi produk kerajinan dan mebel. Pertumbuhan sektor properti mendorong industri ini untuk memenuhi permintaan dari maraknya pembangunan hotel dan hunian.

Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) DIY Timbul Raharjo mengungkapkan perkembangan ekspor kerajinan dan mebel asal DIY dinilai cukup baik. Kendati pasar ekspor utama produk kerajinan DIY masih didominasi ke Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa dan Asia. “Namun, beberapa pasar baru sudah mulai berkembang saat ini. Antara lain Timur Tengah dan beberapa negara di Eropa Timur. Kebanyakan produk-produk natural dan bernilai seni masih diminati,” ujar Timbul, Rabu (26/9).

Meski pasar ekspor baru mulai bermunculan, tak dipungkiri peluang memenuhi pasar dalam negeri masih terbuka luas. Timbul menilai permintaan produk kerajinan dan mebel di DIY mulai mengalami pertumbuhan, kendati persentasenya masih relatif kecil.

Peranan pasar lokal untuk produk kerajinan dan mebel ini tak bisa diabaikan, karena potensinya masih sangat besar untuk dipenuhi. Timbul menilai produk kayu untuk melengkapi interior berbagai properti begitu tinggi permintaannya. “Hal itu tidak terlepas dengan tumbuhnya sektor-sektor properti yang ada di DIY. Banyak hotel yang ada di Jogja ini mulai banyak yang melakukan pemesanan untuk melengkapi properti interior mereka,” kata Timbul.

Diakui Timbul, jumlah produksi produk kerajinan dan mebel dari kayu untuk pasar lokal ini terus mengalami peningkatan. Hanya persentasenya, kata dia, masih belum terlalu besar, baru sekitar 5%. Sebagian besar produk yang diminati pasar lokal ini adalah untuk home decor dengan desain-desain minimalis.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisariat Daerah (Komda) Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY Irsyam Sigit Wibowo. Pasar lokal saat ini tengah tumbuh dengan pesat. Banyaknya properti yang berkembang di Jogja, turut mendongkrak permintaan akan produk mebel dan kerajinan.

Kendati pasar ekspor masih perlu didorong, namun keberadaan pasar lokal tidak dapat dikesampingkan. Terlebih produk kerajinan dan mebel untuk memenuhi permintaan hotel dan perumahan juga terus bertambah.

“Untuk itu, tidak hanya pasar ekspor saja, tetapi pasar lokal bagi kami saat ini adalah peluang yang cukup strategis. Properti di DIY ini berkembang pesat, permintaan produk kerajinan dan mebel semakin tinggi. Sedangkan untuk menarik pasar baru, kami menyiapkannya lewat Jiffina [pameran kerajinan dan mebel],” papar Irsyam.