Advertisement
Bulog Jogja Gelontorkan 21.900 Liter Minyakita ke Pasar
Distribusi Minyakita di Pasar Beringharjo, Kamis (16/4 - 2026). (istimewa)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng terus dilakukan pemerintah melalui Perum Bulog. Terbaru, Bulog Kanwil Jogja kembali menyalurkan 21.900 liter minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita ke sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Beringharjo.
Pemimpin Bulog Kanwil Jogja, Dedi Aprilyadi, menyebut distribusi ini merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap aman sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Advertisement
“Penyaluran ini kami lakukan secara rutin melalui berbagai jalur distribusi, baik pasar tradisional maupun jaringan ritel binaan Bulog,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Distribusi Capai Jutaan Liter
BACA JUGA
Sejak awal tahun hingga pertengahan April 2026, Bulog Kanwil Jogja telah mendistribusikan sekitar 2,1 juta liter Minyakita ke berbagai titik penjualan. Penyaluran dilakukan melalui pasar yang terpantau dalam sistem pengawasan kebutuhan pokok serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan merata, terutama di tengah fluktuasi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng.
Harga Dijaga Sesuai Ketentuan
Dalam proses distribusi, Bulog memastikan harga tetap mengikuti aturan pemerintah. Minyakita disalurkan ke pengecer dengan harga Rp14.500 per liter, sementara harga jual maksimal ke konsumen atau Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan Rp15.700 per liter.
Bulog juga mengingatkan para pedagang untuk tidak menjual di atas HET agar stabilitas harga tetap terjaga di tingkat konsumen.
“Kami berharap seluruh pengecer mematuhi ketentuan yang ada, sehingga masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga yang wajar,” kata Dedi.
Dukung Bantuan Pangan
Selain dijual di pasar, Minyakita juga menjadi bagian dari program bantuan pangan pemerintah. Produk ini disalurkan secara gratis kepada masyarakat yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Program tersebut diharapkan mampu membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Masyarakat Diminta Tak Panik
Bulog Kanwil Jogja memastikan pasokan minyak goreng dalam kondisi aman. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru berpotensi mengganggu stabilitas distribusi.
Dengan penyaluran yang terus digencarkan, Bulog optimistis kebutuhan minyak goreng masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika ekonomi.
“Komitmen kami jelas, menjaga ketersediaan, keterjangkauan harga, dan stabilitas pangan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mantap! Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Kini Bisa di Gunungkidul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Hari Ini Turun, Antam Tembus Rp3 Juta per Gram
- Pakar UGM: WFH Jadi Solusi Jangka Pendek untuk Hemat Energi
- Update Harga Pangan Nasional, Cabai Rawit Masih Tinggi, Telur Stabil
- Hore! Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026
- Bulog Jogja Gelontorkan 21.900 Liter Minyakita ke Pasar
- Empat Negara Antre Impor Urea dari Indonesia
Advertisement
Advertisement








