Advertisement
Harga Properti Rp500 Juta ke Bawah di Jogja Turun hingga 30 Persen
Ilustrasi Perumahan. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menyebut harga properti di kisaran Rp500 juta ke bawah menurun akibat lesunya permintaan. Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, mengatakan segmen ini merupakan penyumbang terbesar, sekitar 40% pangsa pasar properti.
“Ini pasar paling besar. Kesimpulannya masyarakat menengah ke bawah terpukul sekali daya belinya sejak awal tahun,” ujar Ilham, Sabtu (29/11/2025).
Advertisement
Menurut Ilham, penurunan penjualan properti di bawah Rp500 juta mencapai sekitar 50%, sementara harga properti Rp600 juta hingga Rp1 miliar justru naik sekitar 10%-15%. Penurunan harga untuk properti Rp500 juta ke bawah bervariasi 20%-30%, sebagai strategi developer agar tetap terserap pasar.
Faktor lain yang menahan serapan properti adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, di mana sebagian masyarakat terjebak Pinjaman Online (Pinjol), serta kemampuan membayar angsuran bulanan menurun akibat daya beli yang lesu. “Developer merespons dengan menurunkan harga agar bisa terserap,” jelasnya.
BACA JUGA
Ilham menaruh harapan pada langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meningkatkan daya beli, termasuk melalui suntikan Rp200 triliun di lima bank milik negara (Himbara). Ia berharap langkah itu bisa menggerakkan sektor riil dan mendorong masyarakat kembali berbelanja.
Mengenai Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), Ilham menilai insentif ini lebih berdampak pada kelas menengah ke atas yang membeli properti untuk hunian sekaligus investasi. Sementara masyarakat menengah ke bawah membeli properti murni untuk hunian.
Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) menunjukkan harga properti residensial di pasar primer triwulan III 2025 tumbuh terbatas, tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang naik 0,84% yoy, sedikit lebih rendah dibanding triwulan II 2025 (0,90% yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menambahkan, penjualan unit properti residensial tipe menengah dan besar masih belum kuat, meski penjualan properti tipe kecil relatif positif. Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer mengalami kontraksi 1,29% yoy, membaik dibanding triwulan sebelumnya (-3,80% yoy).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Suasana Baru Malioboro: Uji Coba Full Pedestrian 1-2 Desember
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- Bank Indonesia: Ekonomi DIY 2026 Diproyeksi Tumbuh hingga 5,7 Persen
- BEI Yogyakarta Apresiasi 7 Galeri Investasi Terbaik 2025
- Jerman Diprediksi Tumbuh Tipis, IMF Ingatkan Butuh Reformasi Besar
- Emas Antam, UBS, Galeri24 Sama-Sama Naik di Akhir Pekan
- Harga Cabai Rawit Tembus Rp55.250 per Kilogram
- Harga Properti Rp500 Juta ke Bawah di Jogja Turun hingga 30 Persen
Advertisement
Advertisement



