Advertisement
Pelaku UMKM Diimbau Jaga Integritas
Suasana Pameran UMKM untuk Negeri yang dilangsungkan 16-17 Maret 2019 di Taman Budaya Yogyakarta, Jogja, Sabtu (16/3)./Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di DIY diimbau untuk menjaga integritas agar mampu bersaing di dunia bisnis yang semakin maju. Para pelaku UMKM juga diharapkan bisa jeli menangkap peluang.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengungkapkan agar bisa sukses di dunia bisnis saat ini, para pelaku usaha harus berkomitmen menjaga keberlanjutan dan kualitas produksi. Jangan sampai mengecewakan konsumen.
Advertisement
"Dan perlu diingat, kita sekarang bukan product oriented, tetapi market oriented. Pelaku usaha harus tahu produk mereka ini untuk siapa dan segmen yang disasar itu apa," kata dia, Jumat (5/4/2019).
Selain itu, para pelaku UMKM diharapkan mulai serius menggarap pasar digital. Ia mengakui belum semua pelaku UMKM masuk pada pasar e-commerce. Padahal potensi sangat besar.
BACA JUGA
Deputi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sri Fitriani mengatakan penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 54,68% atau sebesar 143,26 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan smartphone atau tablet semakin mendukung meluasnya penggunaan internet di Indonesia.
Hal tersebut mendorong munculnya berbagai inovasi teknologi, aplikasi atau platform berbasis internet termasuk fintech, e-commerce maupun marketplace yang kemudian mentransformasi perilaku bertransaksi bagi sebagian masyarakat dari berbelanja konvensional menjadi berbelanja online.
"Sejak transformasi itu, jumlah transaksi e-commerce terus tumbuh. Diperkirakan, pada tahun 2025 market size e-commerce di Indonesia akan mencapai US$53 miliar," kata dia.
Direktur Eksekutif Asosiasi E-commerce Indonesia (Idea) Irwan Edianto mengungkapkan minat masyarakat untuk berbelanja online semakin tinggi. Pelaku UMKM diharapkan bisa menangkap peluang ini. Dilihat dari data selama Harbolnas secara nasional, sebanyak 83% merupakan pelanggan yang rutin berbelanja online.
"Produk-produk lokal juga disenangi. Dari pembelian sebanyak 46 persen yang disasar adalah produk lokal. Di mana nilai penjualan produk lokal sebesar Rp3,1 triliun," kata dia.
Adapun tiga produk yang paling diminati adalah fesyen, kosmetik, dan elektronik. Minat konsumen semakin besar lantaran pada penjualan online di marketplace kerap diiming-imingi diskon, cashback, voucer, dan gratis biaya pengiriman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
Cuaca DIY, Selasa 31 Maret 2026: Semua Wilayah Diguyur Hujan Ringan
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Harga Minyak Naik Tekan Rupiah Mendekati Level Psikologis
- Investor Baru Jogja Tembus Ribuan dalam Sebulan
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Koperasi Desa Bakal Sediakan Kredit, Bunga Dipatok 6 Persen per Tahun
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement







