PUNKY ZHOU: Tak Sekadar Berbisnis, tetapi juga Beri Edukasi

PUNKY ZHOU: Tak Sekadar Berbisnis, tetapi juga Beri EdukasiOwner Punky Zhou, Pungky Lilianawati memberikan edukasi kepada anak-anak, di UGM, Jumat (5/4)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
06 April 2019 10:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tak sekadar mencari keuntungan dari bisnis produk berbahan dasar kulit, owner Punky Zhou, Pungky Lilianawati mencoba memberikan pemahaman dan pendidikan tentang kulit melalui workshop. 

Membuat produk kerajinan berbahan dasar kulit bukan menjadi hal yang mudah butuh ketelitian dan kesabaran ekstra untuk membuat sebuah produk yang bernilai tinggi. Setidaknya dua hal tadi yang menjadi modal penting Pungky selama 15 tahun ini menekuni bisnis pembuatan gelang, dompet, tas kulit dan berbagai produk lainnya. “Kuncinya kesabaran [membuat produk berbahan dasar kulit],” kata Pungky kepada HarianJogja, Jumat (5/4).

Ia menceritakan awalnya menekuni usaha ini karena melihat adanya peluang di DIY mulai dari ketersediaan bahan baku, desain hingga perajin. Terakhir, tinggal bagaimana pemasarannya.

 Perempuan kelahiran Jogja 41 tahun silam itu menjelaskan produk yang dibuat ada dua teknik, pertama yang dikerjakan secara manual, kedua yang dikerjakan dengan mesin. Berbagai produk yang ia buatpun justru lebih dulu merambah ke pasar Internasional, seperti Jepang dan Ameika, ketimbang di lingkup lokal yang mulai dipenuhi permintannya akhir-akhir ini.

Produk yang dijualpun harganya beragam mulai dari Rp100.00–Rp2 juta, tergantung jenis produk, bahan dan tingkat kerumitannya. Untuk omzet dalam satu tahun ditaksir mencapai Rp5 miliar.

Dari tahun ke tahun selama ia menekuni usaha ini, menurutnya hingga saat ini cukup stabil. Termasuk pula tidak ada kendala berarti menurutnya saat ini. Ia mengatakan sebenarnya secara bahan yang digunakan tidak berbeda dengan pengusaha lainnya, namun secara teknik berbeda. “Crafter kami juga harus professional,” ungkapnya.

Selain pemasaran produk dilakukan secara daring, saat ini juga ada dua toko yang berada di Bali dan Jakarta, sementara di Jogja untuk kantor, di Bangunjiwo, Kasihan. Kini Pungky setidaknya telah memiliki 30 staf yang membantu pekerjaannya.

 

Edukasi Produksi Kulit

Sejak awal 2019 Pungky memutuskan untuk memberi edukasi tentang pembuatan produk kulit. Keputusannya tersebut sempat dipertanyakan oleh pengusaha lain, tetapi ia tidak mempermasalahkan. Dia menilai setiap orang memiliki kreativitas masing-masing dan akan berbeda.

“Tujuan edukasi kerajinan, dulu kan semata-mata jual, ini kan pengetahuan. Edukasi ke mereka, konsumen kalau kulit kerja [mengerjakan kerajinan dari kulit] enggak cepat butuh ekstra makannya mahal sehingga bisa dihargai. Mendorong ekonomi kreatif juga,” ucapnya.

Saat ini Pungky dan timnya rutin mengisi workshop dalam berbagai event, setidaknya dalam dua minggu sekali. Berbagai kalangan dan usia dari anak-anak hingga dewasapun antusias setiap mengikuti. Selain itu, ia mengatakan dapat memberikan materi yang minimal diikuti enam orang.

Berbagai kelaspun dibuat, mulai dari kelas anak umur delapan tahun, dengan  pembuatan produk gantungan kunci hewan, dompet hewan, gelang anak-anak. Kemudian kelas perkenalan membuat gelang, gantungan kunci, dompet koin, dompet kartu, lalu kelas Beginner membuat dompet kartu, dompet koin, dompet kunci, gantungan kunci, kamera strap.

Kelas Intermediate dengan membuat produk dompet kartu empat slots, dompet bifold, ipad case, phone case, tempat pensil, tempat id card. Kelas advance dengan produk tas wanita dan pria, tas kamera, sandal.