Advertisement
Siap-Siap, Pasar Dibanjiri Mobil Listrik Tiongkok
Proses pengisian energi mobil listrik saat peluncuran Green Energy Station (GES) Pertamina di Jakarta, Senin (10/12/2018). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Advertisement
Harianjogja.com, TIONGKOK - Mobil listrik buatan Tiongkok bakal semakin membanjiri pasar dunia.
Tiongkok hingga kini menjadi pasar terbesar bagi industri automotif global. Selain banyaknya produsen mobil yang masuk ke negara tersebut, pabrikan lokal mobil China juga kian merambah.
Advertisement
Hal tersebut juga berimbas terhadap pengembangan mobil listrik yang kini makin banyak bermunculan ditengah upaya pemerintah setempat mendorong penggunaan mobil listrik.
Berdasarkan data yang dirilis Bloomberg terdapat 486 produsen kendaraan listrik yang terdaftar di China. Seluruhnya berlomba bersaing di pasar ditengah topangan insentif dan subsidi langsung yang diberikan pemerintah setempat.
BACA JUGA
Tolok ukur banyaknya produsen mobil China sendiri, juga bisa dilihat dari keikutsertaan di Shanghai Auto Show. Tak kurang sebanyak 24 produsen mobil listrik China turut serta pamerkan produk andalannya.
Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka secara kolektif dapat memulai untuk membangun 3,9 juta kendaraan per tahun. Sedangkan penjualan mobil listrik di China sendiri baru mencapai 1 juta unit setahun atau baru empat persen dari total penjualan mobil di negara itu.
Meski banyak produsen mobil listrik di China, Deloitte Tohmatsu Consulting, Zhou Lei, menilai produsen mobil listrik yang kurang maju dalam pengembangan teknologi diprediksi akan segera gulung tikar menyisakan produsen yang kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Kisah Suparjono Menjaga Depo Pringgokusuman Jogja Tetap Nol Sampah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








