Advertisement
Sri Mulyani: Saya Ingin Bayar Pajak Lebih Mudah dari Beli Pulsa
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan konferensi pers APBN KiTa di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (16/5/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Sistem pembayaran pajak di Tanah Air bisa lebih mudah dibandingkan dengan kemudahan dalam beli pulsa telepon genggam. Demikian disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Pasalnya, menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, dengan kemudahan layanan dalam membayar pajak, maka diharapkan akan mampu mendongkrak tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak di Indonesia.
Advertisement
"Saya bilang sama Pak Robert [Direktur Jenderal Pajak] dan timnya. Saya ingin membayar pajak lebih mudah dari beli pulsa telepon," ujarnya di sela Raker Komisi XI DPR RI terkait Asumsi Dasar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, Senin (17/6/2019).
Menurutnya, apabila dalam aktifitas membeli pulsa bisa dilakukan sangat cepat, bahkan bisa sekitar satu menitan dengan mobile banking. "Harusnya untuk bayar pajak lebih mudah lagi," ujarnya.
BACA JUGA
Sri Mulyani menegaskan bahwa dalam mendorong kepatuhan pajak maka perlu didukung dengan kemudahan dalam membayar pajak.
Atas hal itu, pihaknya pun telah meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu untuk bisa mengembangkan sistem yang mudah dalam membayar pajak tersebut.
"Oleh karena itu kita perlu beri kemudahan. Makanya reformasi di bidang administrasi dan proses itu menjadi penting, Bagaimana disederhanakan, proses untuk complience, pembayaran, dan lain-lain," ujarnya.
Adapun saat ini Kemenkeu sudah dan akan terus melakukan reformasi perpajakan, salah satunya seperti dengan menyediakan sistem pembayaran secara online melalui e-b illing. Sedangkan untuk pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) secara online melalui e-filling.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
18 SMP di Bantul Ajukan Revitalisasi, Tunggu Persetujuan Pusat
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Mulai 1 April, Kuota BBM Malaysia Dipotong
- Rupiah Terkikis di Awal Perdagangan Pagi Ini
- Harga Emas Antam Tergelincir Tajam Pagi Ini Turun Puluhan Ribu
- IHSG Tertekan Sentimen Global Arah Konflik Belum Jelas
- SPT Pajak Sudah Tembus Jutaan, Tenggat Diperpanjang Sampai April
- Pajak Ekspor Batu Bara Belum Berlaku, Pemerintah Masih Hitung Dampak
- Lonjakan Penumpang KRL Jogja Tembus Ratusan Ribu Saat Lebaran
Advertisement
Advertisement







