Penumpang KA Angkutan Lebaran Meningkat 6%

Penumpang KA Angkutan Lebaran Meningkat 6%Suasana Stasiun Tugu Yogyakarta, Jogja, Senin (17/6)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
18 Juni 2019 05:57 WIB Kusnul Isti Qomah & Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah penumpang moda transportasi kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2019 di Daop 6 terpantau meningkat 6% dibandingkan masa Angkutan Lebaran 2018.

PT KAI Daop 6 mencatat pada 2019, total penumpang KA sebanyak 681.511 penumpang. "Pada 2018 untuk periode yang sama, total penumpang sebanyak 643.607. Artinya ada kenaikan jumlah penumpang sebanyak enam persen," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto kepada Harian Jogja ketika ditemui di Stasiun Tugu Yogyakarta, Jogja, Senin (17/6).

Eko memaparkan kenaikan ini menunjukkan minat masyarakat terhadap KA semakin meningkat. Pada masa Angkutan Lebaran 2019, tercatat volume penumpang tertinggi terjadi pada H+3 atau 9 Juni 2019. Pada tanggal tersebut jumlah penumpang di Daop 6 tercatat 39.549 penumpang. Sementara, pada 2018, volume penumpang terbanyak terjadi pada H+4 Lebaran dengan 38.359 penumpang.

Sebaliknya, volume penumpang terendah selama masa Angkutan Lebaran 2019 terjadi pada H-8 Lebaran atau 28 Mei dengan 20.514 penumpang. Pada 2018, volume penumpang terendah selama angkutan Lebaran terjadi pada H-10 Lebaran dengan 17.175 penumpang.

Pada saat H+1 dan H+2 Lebaran yakni 5-6 Juni 2019, volume penumpang tercatat 20.933 penumpang untuk 5 Juni dan 31.347 penumpang untuk 6 Juni. Pada H+1 dan H+2 Lebaran 2018, volume penumpang tercatat 18.556 penumpang untuk H+1 dan 32.398 penumpang untuk H+2 Lebaran. "Masa angkutan Lebaran tahun ini berjalan lancar. Tidak ada kejadian. Memang ada penumpang yang terlambat sampai stasiun. Untuk itu kami imbau kepada calon penumpang jangan terlalu mepet ke stasiunnya. Perkirakan waktu perjalanan menuju stasiun agar tidak telat," kata dia.

Ia mengakui lantaran KA yang beroperasi semakin banyak ada sedikit keterlambatan pada jadwal KA. Selain itu, banyaknya penumpang memerlukan waktu naik dan turun yang lebih banyak. Meskipun hanya terlambat satu hingga dua menit, hal ini tetap menjadi perhatian serius pihak PT KAI. Ke depan, pelayanan akan terus ditingkatkan demi kepuasan pelanggan.

Eko mengucapkan dengan berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2019, maka operasional beberapa KA tambahan juga dihentikan. Namun, tetap ada KA tambahan yang beroperasi seperti Argo Lawu dan Argo Dwipangga karena permintaan masih cukup tinggi.

Ada beberapa faktor menurut Eko yang membuat jumlah penumpang mengalami peningkatan. Pertama masalah keselamatan, kedua ketepatan waktu, ketiga pelayanan, dan keempat kenyamanan. “Empat pilar itu menjadi daya tarik bagi masyarakat,” ucap Eko.

Menyambut libur sekolah ini, Eko juga menghimbau calon penumpang agar dapat membeli tiket jauh hari tidak mendadak. Dengan sistem online saat ini penumpang juga dapat membeli langsung maksimal empat tiket. “KA lokal biasanya meningkat kalau libur sekolah,” ucapnya.

Selain itu Eko juga mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati dalam berkendara saat melintasi perlintasan kereta api yang tidak ada penjagaan. Menurut data Daop 6m total ada 414 palang pintu di Daop 6, dimana 236 diantaranya tidak dijaga, 58 tidak resmi atau swadaya masyarakat dan sisanya 120 dijaga oleh PT KAI.

 

Penumpang Bus

Pengelola Administrasi Terminal Giwangan, Aji Fajar mengatakan penumpang datang di terminal tersebut mengalami penurunan, tetapi untuk penumpang berangkat mengalami peningkatan.

Adapun untuk penumpang datang pada 2018, 262.640 penumpang sementara pada 2019 turun 10,26% menjadi 238.202 penumpang. Sementara untuk penumpang berangkat pada 2018 sebanyak 266.527 dan pada 2019 meningkat 3,06% menjadi 274.946 penumpang.

“Untuk yang penyebab penurunan karena pengaruh faktor kendaraan pribadi, mobil, motor, kemudian sekarang tol sudah nyaman, mungkin jadi pilihan sendiri juga bagi pemudik, mungkin juga enak pakai mobil,” ucap Aji.

Sementara untuk penumpang berangkat yang meningkat karena pengaruh angkutan dalam provinsi dan bis perkotaan banyak masyarakat yang berwisata di Jogja, naik dari Giwangan. “Untuk paling banyak penumpang ke Jakarta dan Surabaya,” ucapnya.