Pasca Putusan MK, Pemerintah Perlu Lakukan Ini untuk Bidang Ekonomi

Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo Jum'at, 28 Juni 2019 00:57 WIB
Pasca Putusan MK, Pemerintah Perlu Lakukan Ini untuk Bidang Ekonomi

Massa aksi kawal putusan Mahkamah Konstitusi melakukan unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (27/6/2019)./Antara-Nova Wahyudi

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah perlu memastikan berbagai instrumen fiskal yang telah diberikan bisa mendorong investasi pasca putusan Mahkamah Konstitusi.

Ekonom Indef Enny Sri Hartati menyebutkan investasi menjadi salah satu komponen menjaga supaya pertumbuhan ekonomi bisa terus berkelanjutan. Sehingga, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah pasca putusan tersebut sangat menentukan minat para investor.

"Sekarang kalau terjadi instabilitas politik, tentu akan menjadi pertimbangan para investor. Tetapi selain stabilitas, langkah yang akan dilakukan akan sangat menentukan," ungkap Enny, Kamis (27/6/2019).

Kendati demikian, Enny juga menyinggung iming-iming pemerintah kepada para investor dalam bentuk insentif fiskal juga tak akan efektif tanpa kepastian baik itu terkait hukum maupun waktu.

Pasalnya, pada dasarnya, jika merujuk ke struktur peringkat kemudahan berusaha, selain persoalan-persoalan yang terkait dengan insentif, masalah kepastian juga kerap menjadi kendala bagi para investor yang akan berinvestasi di Indonesia.

Oleh karena itu, ke depan pemerintah perlu memperhatikan dengan serius soal kepastian tersebut. Review terhadap kebijakan yang telah diterapkan juga perlu dilakukan untuk menjamin efektivitasnya.

"Ini yang menjadi persoalan, sementara insentif fiskal pasti senang para investor. Persoalannya banyak orang yang telah mengantongi persetujuan, tapi tak kunjung direalisasikan karena masalah kepastian tadi," tukasnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online