Advertisement
Pertemuan Menko Luhut dan Garuda Indonesia Bukan Soal Harga Tiket Pesawat
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaita. JIBI/Bisnis - Wisnu Wage
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan memastikan pertemuan dengan Garuda Indonesia bukan membahas soal harga tiket pesawat tetapi soal renegosiasi pembayaran sewa pesawat terhadap perusahaan lessor.
Luhut mengatakan, Kementerian membantu Garuda untuk melakukan restrukturisasi pembayaran sewa pesawat dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Aviation Leasing Co., Ltd. Perusahaan yang bertindak sebagai lessor tersebut diketahui merupakan anak usaha dari ICBC Financial Leasing Co., Ltd.
Advertisement
"Garuda tadi kita bantu untuk restrukturisasi dari lessor-nya, ICBC Aviation. Jadi, pembayaran bunganya bisa lebih baik," kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Selasa (25/6/2019) malam.
Pihaknya mengaku tidak mengetahui asal muasal proses kontrak sewa pesawat Garuda, sehingga saat ini perlu dilakukan restrukturasi.
BACA JUGA
Pertemuan tersebut juga dibenarkan oleh Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal. "[Pertemuan tadi] soal rapat leasing, B-to-B antara Garuda dan ICBC, itu saja," katanya.
Namun, belum dapat dipastikan restrukturisasi leasing tersebut adalah perjanjian leasing dengan ICBC Ltd. yang dilakukan pada 2013 atau kerja sama lain.
Berdasarkan catatan Bisnis, Kamis (3/10/2013), Garuda Indonesia menggandeng Industrial and ICBC Ltd. dalam pendanaan lima pesawat Boeing 777-300 ER, dan enam pesawat Airbus A320 dengan pola sale and lease back.
Saat itu, Dirut Garuda yang dijabat oleh Emirsyah Satar mengatakan pengoperasian Boeing 777-300 ER merupakan merupakan bagian dari Quantum Leap 2011-2015 khususnya program pengembangan armada dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan penerbangan internasional.
Kerja sama pendanaan pesawat terdiri dari lima unit Boeing 777-300ER untuk Garuda Indonesia dan enam unit Airbus A320 untuk Citilink, dengan total nilai kerja sama US$1,7 miliar.
Lima pesawat Boeing 777-300ER tersebut diterima Garuda Indonesia pada Mei 2014 hingga September 2015. Adapun, enam Airbus A320 tersebut diterima Citilink pada Juni–Desember 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
Advertisement
Jelang Lebaran 2026, Jukir TKP Ngabean Deklarasi Antinuthuk Tarif
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran 2026
- Pendapatan AirAsia Indonesia 2025 Tembus Rp7,87 Triliun
- Antisipasi Mudik, Pertamina Tambah LPG 3 Kg di Jateng-DIY
- Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Jelang Lebaran
- Harga Emas Hari Ini Senin 16 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
- Bahlil Percepat Proyek Blok Masela Rp339 Triliun, Segera Tender EPC
- Harga Emas Antam Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Turun Rp5.000 Per Gram
Advertisement
Advertisement








