Advertisement
Lorong Bernuansa Masjid Nabawi Sambut Pemudik di Stasiun Jogja
Ornamen Lebaran menghiasi pintu timur Stasiun Jogja, Senin (16/3/2026). Harian Jogja - Anisatul Umah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Langkah para pemudik yang memasuki Stasiun Tugu Jogja melalui pintu Timur pada musim mudik Lebaran tahun ini sering kali terhenti sejenak. Bukan karena antrean, melainkan karena pemandangan berbeda yang menyambut mereka sejak pertama kali tiba di area stasiun.
Kubah menjulang, deretan pilar bergaya arsitektur Masjid Nabawi, hingga lampu gantung bertema Ramadan menciptakan suasana religius yang hangat. Ornamen tersebut membentuk lorong visual yang membuat banyak penumpang spontan mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen sebelum melanjutkan perjalanan.
Advertisement
Memasuki masa Angkutan Lebaran 2026, arus penumpang kereta api mulai meningkat di Stasiun Jogja. Di tengah mobilitas tinggi para pemudik, dekorasi tematik yang dipasang di berbagai sudut stasiun menjadi daya tarik tersendiri.
Sejumlah pemudik tampak berhenti sejenak di area pintu Timur. Ada yang berfoto bersama keluarga, ada pula yang sekadar memandang detail ornamen yang menyerupai elemen arsitektur masjid di Timur Tengah.
BACA JUGA
Salah satunya Doni, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang hendak mudik ke Madura menggunakan KA Ranggajati menuju Surabaya. Sebelum naik kereta, ia menyempatkan diri berjalan pelan di sekitar ornamen tersebut.
“Sebelum naik KA Ranggajati ke Surabaya saya sempat melihat-lihat sambil memfoto ornamen di stasiun. Bagus sekali sesuai tema di bulan Ramadan menyambut hari raya,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Menurut Doni, Stasiun Jogja hampir selalu menghadirkan dekorasi menarik pada berbagai momen perayaan. Ia bahkan memberi nilai sembilan dari sepuluh untuk instalasi Lebaran tahun ini.
“Stasiun Jogja selalu ikut serta di semua event. Saat Imlek kemarin juga bagus. Saya memang sering naik kereta ke Surabaya karena ada saudara di sana,” katanya.
Di balik instalasi tematik tersebut, terdapat tim kreatif dari PT Intuisi Parameswara, vendor asal Sleman yang telah bekerja sama dengan KAI Daop 6 Jogja selama kurang lebih enam tahun.
Direktur PT Intuisi Parameswara, Vuad Arnest, mengatakan setiap tahun timnya dipercaya merancang konsep dekorasi yang berbeda agar stasiun tetap terasa segar bagi para penumpang.
“Kami sangat antusias untuk bisa menampilkan karya yang tidak hanya berbeda dari tahun sebelumnya, tetapi juga hits, kekinian dan bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Tahun ini mereka mengangkat tema “Mudik Asyik Bersama BSI, Karena Jogja Selalu Istimewa.” Elemen BSI GOLD menjadi bagian utama desain, dipadukan dengan pilar-pilar yang terinspirasi dari Masjid Nabawi untuk memperkuat nuansa religius.
Menurut Vuad, konsep tersebut dirancang agar pengunjung merasakan sensasi berjalan di lorong yang penuh ketenangan dan keberkahan, seolah menggambarkan perjalanan menuju kemenangan setelah menjalani Ramadan.
“Pastinya kami ingin memberikan nuansa religi yang hangat, tetapi juga modern dan penuh dengan keceriaan. Khusus Lebaran tahun ini beberapa spot disponsori oleh BSI,” tuturnya.
Instalasi dekorasi tersebut dibuat menggunakan berbagai material seperti besi, plywood, vinyl frontlite matte, cutting ornamen, serta cat berkualitas tinggi. Penataan cahaya hangat turut ditambahkan untuk memperkuat atmosfer Ramadan di area stasiun.
Proses produksi hingga pemasangan memakan waktu sekitar sepuluh hari dengan melibatkan sekitar 67 tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang masing-masing.
Menurut Vuad, tantangan terbesar adalah memastikan proses pemasangan tidak mengganggu operasional stasiun yang setiap hari dipadati penumpang.
“Karena itu seluruh proses dilakukan dengan perencanaan teknis yang matang dan koordinasi yang intens dengan seluruh pihak terkait,” kata Vuad.
Selain dekorasi Lebaran, PT Intuisi Parameswara juga kerap mengerjakan ornamen tematik untuk berbagai momentum lain seperti Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, Hari Ulang Tahun KAI, Natal dan Tahun Baru, hingga Imlek di Stasiun Jogja.
Ornamen Hadir Selama Masa Angkutan Lebaran
KAI Daop 6 Jogja telah memulai masa Angkutan Lebaran 2026 sejak 11 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 1 April 2026 selama 22 hari.
Manager Humas Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, mengatakan dekorasi tematik dipasang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan penumpang selama periode mudik.
Di Stasiun Jogja, ornamen kubah masjid estetik menghiasi gerbang utama. Sementara di area ruang tunggu dipasang instalasi gantung berbentuk lampion serta ornamen bulan dan bintang yang identik dengan Ramadan.
“Kami ingin memastikan penumpang merasa nyaman sejak pertama kali memasuki stasiun pada momen mudik tahun ini,” ujarnya.
Dekorasi serupa juga dipasang di stasiun lain di wilayah Daop 6, seperti di Stasiun Solo Balapan dan di Stasiun Lempuyangan.
Penataan estetika tersebut berjalan beriringan dengan kesiapan operasional lainnya untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
KAI Daop 6 Jogja juga terus melakukan pengawasan terhadap alur penumpang serta kesiapan fasilitas pendukung guna menjaga kelancaran perjalanan.
“KAI Daop 6 berkomitmen memberikan layanan yang prima dan hangat agar perjalanan para pelanggan menjadi pengalaman mudik yang selamat, aman, serta berkesan,” kata Feni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran 2026
- Pendapatan AirAsia Indonesia 2025 Tembus Rp7,87 Triliun
- Antisipasi Mudik, Pertamina Tambah LPG 3 Kg di Jateng-DIY
- Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg Jateng-DIY Jelang Lebaran
- Harga Emas Hari Ini Senin 16 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stabil
- Bahlil Percepat Proyek Blok Masela Rp339 Triliun, Segera Tender EPC
- Harga Emas Antam Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Turun Rp5.000 Per Gram
Advertisement
Advertisement





