Harga Minyak Belum Lepas dari Sentimen Negatif
Harga minyak mentah menguat pada perdagangan pekan lalu, tetapi harga emas hitam ini masih rentan lemah, karena prospek permintaan masih buram.
Tangki minyak Aramco terlihat di fasilitas produksi di ladang minyak Saudi Aramco di Shaybah, Arab Saudi 22 Mei 2018./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA – Pasca pidato Presiden AS Donald Trump di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menambah ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi global yang menopang permintaan energi, harga minyak jatuh pada Rabu (25/9/2019).
Dalam pidato di PBB, Trump mengecam China dan menuduh Iran memiliki perilaku yang mengancam.
Berdasarkan data Bloomberg, hingga Rabu (25/9) pukul 08.43 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,65% atau 0,37 poin ke posisi US$56,92 per barel, sedangkan harga minyak Brent melemah 0,73 persen atau 0,46 poin ke posisi US$62,64 per barel.
Sementara itu, para pedagang secara cermat mengikuti progres Arab Saudi dalam memulihkan instalasi minyak mentah mereka, yang dilumpuhkan oleh serangan udara lebih dari sepekan lalu.
Produsen minyak Saudi Aramco menyatakan sebagian besar kapasitas yang terganggu akan beroperasi pada akhir bulan ini. Namun, hal itu menuai kritikan para pengamat karena dinilai terlalu ambisius.
“Terlalu optimistis,” kata Joe McMonigle, analis di Hedgeye Risk Management, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (25/9/2019).
Dia memperkirakan Arab Saudi tidak akan mampu memenuhi produksi minyak secara penuh, paling cepat sampai akhir 2019. Pada pekan lalu, minyak berada di bawah tekanan di tengah tanda-tanda bahwa Arab Saudi membuat kemajuan yang cepat dalam memulihkan produksi.
Sentimen negatif bertambah dari Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde yang mengindikasikan bahwa ketegangan perang dagang masih menjadi ancaman utama pertumbuhan ekonomi global.
Terlepas dari hambatan besar, kontrak berjangka Brent yang diperdagangkan di London menuju kenaikan bulanan terbesar sejak April 2019. Sementara itu, patokan AS ditetapkan untuk kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2019.
Di AS, menurut survei Bloomberg, stok minyak mentah kemungkinan turun 600.000 barel pada pekan lalu. Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan merilis penghitungan stok mingguan pada Rabu (25/9/2019) waktu setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga minyak mentah menguat pada perdagangan pekan lalu, tetapi harga emas hitam ini masih rentan lemah, karena prospek permintaan masih buram.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.