Advertisement

Social Distancing Akselerasi Perubahan Iklan ke Digital

Herlambang Jati Kusumo
Senin, 30 Maret 2020 - 03:27 WIB
Mediani Dyah Natalia
Social Distancing Akselerasi Perubahan Iklan ke Digital Ilustrasi iklan digital - Bisnis.com

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Mewabahnya virus Corona di sejumlah negara, termasuk Indonesia, mengakselerasi pergeseran perusahaan beriklan di dunia digital.

Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan (P3I) Jogja, Arief Budiman mengatakan secara umum periklanan di DIY menurun. Namun ada akselerasi pergeseran beriklan secara digital oleh sejumlah perusahaan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Periklanan sebenarnya sudah bergeser [ke digital], tetapi dengan ini ada akselerasi. Konsumsi digital semakin meningkat juga, saya contohkan klien saya dari sektor properti meminta dibuatkan preview 3 dimensi (3D) sehingga tidak perlu ke lokasi, tinggal dikirim ke klien yang prospek, kata Arief Sabtu (28/3).

Arief juga mengungkapkan selama pandemi virus Corona ini, iklan digital dengan produk yang dapat di delivery juga meningkat. Selain itu, dengan adanya imbauan beraktivitas di rumah, aktivitas menonton televisi diperkirakan juga meningkat.

“Kami selalu belajar ketika ada yang turun, ada yang naik. Penggunaan digital ini juga terlihat, dan peluang baru banyak, contohnya beberapa kementerian meminta untuk memberikan pelatihan UMKM berbasis recovery penyiapan produk dan penjualan online. Secara teknis saya membuat modul, dibagikan online dan memberi workshop online, banyak biaya yang bisa dipangkas,” ujarnya.

Sebelumnya, dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kenaikan jumlah pemirsa televisi akibat bertambahnya aktivitas masyarakat di rumah diyakini turut mengubah perilaku pengiklan di televisi free to air (FTA TV) dan platform digital.

Berdasarkan data Nielsen Television Audience Measurement (TAM) per Senin (23/3), hasil pantauan di 11 kota menunjukkan rata-rata kepemirsaan TV mulai meningkat dalam sepekan terakhir. “Dari rata-rata rating 12 persen pada 11 Maret menjadi 13,8 persen pada 18 Maret atau setara dengan penambahan sekitar satu juta pemirsa TV,” demikian tertulis dalam keterangan Nielsen. 

 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Berencana Bangun Rumah? Pemerintah Siapkan Layanan Desain Gratis bagi Kalangan MBR

Jogja
| Jum'at, 02 Desember 2022, 19:57 WIB

Advertisement

alt

Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement