Wisatawan Domestik Jadi Harapan Setelah Pandemi

Wisatawan Domestik Jadi Harapan Setelah PandemiKetua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DIY Herriyadi Baiin (kanan); Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono (tengah) dan Ketua Indonesian Hotel General Manager (IHGM) DIY Kukuh Wibawanto dalam jumpa pers terkait dampak Covid-19 terhadap industri perhotelan di DIY, Grand Mercure, Jogja, Selasa (16/3)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah\\n\\n
29 April 2020 20:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku wisata di DIY akan menyasar wisatawan lokal terlebih dahulu, seusai pascapandemi Covid-19.

“Kami sasar yang domestiknya dulu [pasca-pandemi Covid-19],” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono, Senin (27/4).

Deddy menjelaskan berbagai langkah akan dilakukan oleh pelaku pariwisata di bidang hotel dan resto pascapandemi ini. Seperti, penataan kondisi hotel dan resto. Menyiapkan secara serius agar properti tetap aman, sehat dan layak untuk dikunjungi.

“Meyakinkan khalayak bahwa hotel, resto DIY dari awal wabah sudah ada gerakan merti hotel, resto, yaitu serentak kami mengadakan penyemprotan dengan cairan disinfektan guyub sesarengan vs Covid19 dan dilanjutkan tiap Selasa, Jumat, dipadukan dengan destinasi [wisata] di DIY yang juga melakukan hal yang sama. Hal ini masuk upaya kami mengembalikan branding,” ucapnya.

Kemudian sejumlah promo juga ditawarkan dengan harapan ada kerja sama dengan travel biro. Selain itu hotel juga menjual voucer promo yang berlaku sampai dengan Desember 2021, dengan bayar sekarang dapat harga promo nantinya.

Melihat kondisi saat ini, pihaknya juga berharap kepada pemerintah untuk tetap bisa memberikan stimulus pajak dan mengharapkan PLN bisa membantu memberikan diskon atau subsidi promo dua hingga tiga bulan ini. “Untuk yang sudah stimulus pajak, DIY sudah semua. Rata-rata setiap kabupaten/kota memberikan stimulus pada April sampai dengan Mei selanjutnya akan dilihat situasi kondisinya,” ucapnya.  

Survive Nation

Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan kondisi pariwisata saat ini adalah industri yang paling terpuruk, 99% biro perjalanan wisata benar-benar tutup. “Saat situasi seperti sekarang hanya ada dua hal yang bisa dilakukan, survive nation dan preparation. Untuk target setelah pandemic Covid-19 wisatawan domestik akan menjadi prioritas, mengingat wisman juga dalam kondisi yang sama,” kata Bobby.

Dijelaskannya survive nation adalah langkah tetap bisa bertahan hidup sehingga segala hal pasti dilakukan. “Sinergi dan kolaborasi dari semua stakeholder untuk tiga hal meringankan beban fixed cost, menggerakkan ekonomi lokal dan preparation and brand awareness sehingga diharapkan saat pandemi ini berakhir pelaku industri pariwisata ready untuk reborn,” katanya.