Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. /Boeing
Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, menghentikan pengiriman sejumlah unit Boeing 737 MAX karena kualitas pemasok baru oleh Spirit AeroSystems tidak sesuai harapan.
Diperkirakan, masalah ini dapat mempengaruhi jumlah signifikan pesawat 737 MAX yang tidak terkirim baik dalam produksi maupun penyimpanan.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan pengiriman tipe Boeing 737 MAX dalam waktu yang dekat.
Melansir Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com dari Reuters pada Jumat (14/4/2023), saham Boeing turun sebesar 5,3 persen dan saham Spirit AeroSystems turun 11,8 persen setelah pengumuman tersebut diberitakan.
Baca juga: Kebangetan, Empat Proyek Rel KA Ini Dikorupsi
Pihak Boeing menjelaskan bahwa masalah yang dialami oleh 737 MAX bukanlah masalah pada keselamatan penerbangan. Mereka mengatakan bahwa pesawat dalam layanan dapat tetap beroperasi.
Administrasi Penerbangan Federal atau FAA mengatakan bahwa mereka telah memastikan tidak terdapat masalah pada masalah keselamatan. Badan tersebut akan melakukan evaluasi terhadap setiap pesawat yang terkena dampak sebelum pengiriman.
Boeing menolak berkomentar apakah masalah tersebut akan mengharuskannya untuk membatalkan rencana peningkatan produksi 737 pada tahun ini.
"Kami telah memberi tahu FAA tentang masalah ini dan sedang bekerja untuk melakukan inspeksi dan mengganti perlengkapan yang tidak sesuai jika diperlukan," kata Boeing.
Pada Kamis malam (13/4/2023), United Airlines melakukan diskusi dengan Boeing dan mengatakan bahwa saat ini tidak ada harapan dari mereka terkait dampak signifikan pada rencana kapasitas untuk musim panas atau sisa tahun.
Administrasi Penerbangan Federal telah meneliti pesawat Boeing sejak dua kecelakaan pesawat fatal yang terjadi pada 2018 dan 2019 dan selalu memeriksa setiap sebelum pesawat 737 MAX dan 787 dikirim untuk beroperasi.
Kelas Ekonomi
Berdasarkan situs resmi Boeing, 737 MAX menawarkan kelas ekonomi yang sangat baik sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi hingga 20 persen, serta mengurangi hingga 50 persen suara bising dari pesawat-pesawat sebelumnya.
Bukan hanya itu, penumpang juga dapat menikmati interior dari Boeing Sky dengan pahatan dinding yang modern dan, pencahayaan LED yang memberi kesan lebih luas dan bagasi kabin lebih besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com, Reuters
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.