PP Tunas Diperketat, Komdigi Desak Platform Hapus Akun Anak
Komdigi minta platform digital laporkan penonaktifan akun anak di bawah 16 tahun sesuai PP Tunas, TikTok sudah nonaktifkan 1,7 juta akun.
Ilustrasi sapi perah. Hewan ternak /Bloomberg
Harianjogja.com, JAKARTA—Program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau atau disebut juga AUTSKPT milik Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo banyak dimanfaatkan masyarakat untuk melindungi berbagai risiko terhadap hewan ternak.
AUTSKPT merupakan asuransi khusus untuk hewan ternak yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo Diwe Novara menjelaskan bahwa pemanfaatan asuransi hewan ternak tercermin dari pengajuan klaimnya kepada perseroan. Berdasarkan data pelaksanaan AUTSK Program Subsidi Pemerintah sejak 2016 sampai dengan 2022, asuransi itu memiliki rasio klaim yang sangat tinggi.
"Menurut data per 29 Juni 2023, klaim AUTSK program subsidi pemerintah yang telah diselesaikan oleh Asuransi Jasindo selama pelaksanaan program sejak 2016 sampai 2022 adalah sebesar Rp180,26 miliar," ujar Diwe dikutip dari Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Kamis (29/6/2023).
Diwe mengatakan bahwa nilai klaim ini berpotensi meningkat mengingat masih adanya liabilitas atas polis tahun 2022 yang akan berakhir pada akhir 2023.
Baca juga: Long Weekend, Malioboro Penuh Wisatawan Jajal Andong dan Selfie
Melihat tingginya loss ratio setiap tahunnya dan sebagai mitigasi risiko saat ini, Jasindo sedang mengajukan proses evaluasi perbaikan produk AUTSK ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah cakupan proteksi asuransi hewan ternak, yakni hanya melindungi sapi atau kerbau betina.
Menurut Diwe sapi atau kerbau jantan, termasuk untuk kurban, belum masuk dalam program pemerintah tersebut. Dengan pertimbangan sapi atau kerbau betina yang jumlahnya terbatas, dan untuk terus menjaga keberlangsungan usaha peternakan, Diwe menilai perlu adanya peninjauan ulang asuransi tersebut.
Berikut kriteria lengkap asuransi hewan ternak dalam Pedoman Bantuan Premi/Juknis AUTSK yang dikeluarkan oleh Kementan:
a. Sapi/Kerbau Betina berumur minimal satu tahun
b. Sapi/Kerbau memiliki identitas yang jelas seperti eartag/necktag/micro-chip/ Kartu Ternak
c. Peternak tergabung dalam kelompok ternak/gabungan kelompok ternak
d. Peternak yang melakukan usaha pembibitan dan/atau pembiakan
Berikut penyebab klaim yang dijamin dalam polis AUTSK program pemerintah bersifat sudden and unforseen, yaitu:
a. Sapi/Kerbau mati karena penyakit.
Penyakit yang dijamin dalam polis adalah Anthrax, Brucellosis (Brucella abortus), hemorrhagic Septicaemia /Septicaemia Epizootica, Infectious Bovine Rhinotracheitis, Bovine tuberculosis, Paratuberculosis, Campylobacteriosis, Penyakit Jembrana, Surra, Cysticercosis, Q Fever, Bovine Ephemeral Fever, Bovine Viral Diarhea, Timpani/Bloat dan Distochia.
b. Sapi/Kerbau mati karena beranak
c. Sapi/Kerbau mari karena kecelakaan
d. Kehilangan Sapi/Kerbau karena kecurian
Berdasarkan hal-hal di atas hewan yang dijamin dalam program AUTSK yaitu jenis sapi/ kerbau betina yang mengalami penyebab yang dijamin polis sebagaimana disebutkan.
Diwe menjelaskan bahwa AUSTK Program Subsidi Pemerintah cukup diminati oleh masyarakat lantaran preminya yang murah dan coverage yang cukup luas. Berdasarkan data pelaksanaan AUTSK Program Subsidi Pemerintah selama 5 tahun (2018—2022), Peternak yang mengikuti AUTSK sebanyak 249.960 orang dengan hewan ternak sapi/kerbau sejumlah 516.300 ekor.
"AUTSK memiliki potensi yang besar ke depan. Berdasarkan data yang kami peroleh dari BPS, populasi ternak Sapi potong tahun 2021 sebanyak 18,05 juta ekor, sehingga AUTSK ini sangat diperlukan dalam rangka melindungi keberlangsungan usaha peternakan," jelas Diwe.
Di sisi lain, Diwe menjelaskan bahwa untuk program AUTSK komersial/non program subsidi pemerintah cukup banyak permintaannya, namun tarif preminya lebih tinggi serta syarat dan ketentuannya berbeda dengan program subsidi pemerintah.
"Sehingga biasanya hanya diikuti peserta asuransi atau perusahaan yang benar benar membutuhkan perlindungan ternaknya," kata Diwe.
Dia menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki usaha ternak sapi/kerbau skala besar biasanya sudah memiliki standar pengelolaan ternak sendiri yang cukup baik sehingga tidak memerlukan perlindungan asuransi atau diberikan proteksi asuransi khusus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sharp Aquos Wish6 resmi diperkenalkan, HP entry-level dengan AI pendeteksi panggilan penipuan, layar 120 Hz, baterai 5.000 mAh, kamera 50 MP. Rilis September 20
Media Vietnam Soha menyebut Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026 dengan cara mengecewakan setelah gagal mengalahkan Singapura dan finis di posisi ket
Tim Paul Walker bantah isu penjualan Toyota Supra 1998 di Furious 7. Putri Paul, Meadow, masih miliki mobil. Saat ini dipamerkan di Petersen Museum hingga 2027.
CEO JPMorgan Jamie Dimon peringatkan bank soal ancaman AI Mythos yang bisa bobol perusahaan tanpa kendali. ACI gaet 40+ perusahaan lindungi infrastruktur kritis
Pendaftaran TKA SMA 2026 gratis hingga 27 September. Cek hal yang harus diperhatikan sekolah dan murid, mulai dari data peserta hingga pilihan mata pelajaran.