Advertisement
OJK: Pinjol Tidak Hanya untuk Investasi & Konsumsi, tapi Juga Spekulasi Judi Online
Ilustrasi judi. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Platform fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) didesain hadir untuk membantu masyarakat yang belum memiliki akses pinjaman ke bank (underserved unbanked). Penyelenggara biasanya menyediakan pinjaman produktif maupun konsumtif. Realitanya, pinjol banyak diakses untuk tujuan spekulatif yakni judi online (judol).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap menemukan sejumlah kasus di masyarakat terkait dengan penyalahgunakan pinjaman di platform fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) untuk tujuan yang spekulatif seperti judi online (judol).
Advertisement
“Kita tengarai banyak sekali kasus-kasus yang kemudian ternyata pinjaman online digunakan enggak cuma produktif, enggak cuma konsumtif. Tapi juga yang spekulatif,” kata Kepala Eksekutif Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi saat ditemu seusai memberikan edukasi kepada perempuan/ibu dalam acara SICANTIKS di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: OJK Catat Ada 21 Pinjol dengan Kredit Macet Tinggi, Cek Daftarnya
Friderica yang akrab disapa Kiki menambahkan judi online semakin menyesatkan masyarakat. Permasalahannya juga berlanjut karena juga terlilit utang pinjol demi tujuan tak penting.
Atas kondisi ini, OJK kata Kiki berusaha keras untuk memberantas praktik penyalahgunaan itu. OJK bahkan mengadakan high level meeting dengan 14 kemeterian/ lembaga yang masuk dalam Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PAKI) untuk membahasnya. “Termasuk yang menjadi fokus kita memberantas judi online dan memberantas pinjol ilegal,” ungkap Kiki.
Sebelumnya, OJK telah memerintahkan bank untuk memblokir sejumlah rekening yang digunakan dalam aktivitas ilegal, termasuk judi online. Adapun ada sekitar 1.700 rekening bank terkait judi online yang telah diblokir. Jumlahnya disebut akan terus bertambah seiring dengan pengembangan infrastruktur digital perbankan.
Baca Juga: 1.700 Rekening Terkait Judi Online di Bank Diblokir, Jumlah Akan Terus Bertambah
Di sisi lain, OJK melalui Satgas PAKI juga terus memberantas terhadap platform pinjol dan investasi ilegal. Selama periode Januari—Oktober 2023, OJK terdapar 1.466 platform pinjol ilegal yang telah diblokir. Selain itu, OJK juga menutup 18 entitas investasi ilegal yang diblokir. Dengan demikian, secara total ada 1.484 entitas keuangan ilegal yang telah diblokir selama periode tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







