Advertisement
OJK DIY Terima Ribuan Aduan, Mayoritas Sektor Perbankan
Otoritas Jasa Keuangan-OJK - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mencatat telah menerima 1.105 aduan konsumen baik melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan walk in atau datang langsung.
Kepala OJK Perwakilan DIY, Parjiman menyampaikan sejak Januari-September 2023 OJK DIY menerima 226 aduan disampaikan melalui surat dan diinput pada APPK.
Advertisement
Menurutnya, dari pengaduan yang disampaikan melalui surat dan APPK, sebanyak 177 merupakan pengaduan sektor perbankan, 39 merupakan pengaduan sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), dan sisanya aduan sektor pasar modal, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), maupun non LJK.
BACA JUGA: Cara Cek KTP Disalahgunakan untuk Pinjol atau Tidak
"Selanjutnya, dari Januari-September 2023, terdapat 879 pengaduan konsumen secara walk in. Terdiri dari 241 pengaduan sektor perbankan, 316 merupakan pengaduan sektor IKNB (asuransi, perusahaan pembiayaan, pegadaian, fintech peer to peer lending), 6 pengaduan merupakan pengaduan sektor pasar modal dan pengaduan lainnya," paparnya, Sabtu (4/11/2023).
Pengaduan secara walk in termasuk di dalamnya terdapat 159 pengaduan konsumen terkait investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.
"Dari Januari-September 2023, OJK DIY telah melayani permintaan informasi debitur Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebanyak 3.629 permintaan yang terdiri dari 3.613 permintaan debitur perorangan dan 16 permintaan debitur badan usaha," jelasnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan berbagai pihak OJK libatkan dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan. Mulai dari pemerintah daerah melalui peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah termasuk di dalamnya Organisasi Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi dan mitra strategis lainnya.
"Adapun Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang telah terbentuk sampai dengan 30 September 2023 sebanyak 504 TPAKD di 34 provinsi dan 470 kabupaten/kota (93,27% dari kabupaten/kota di Indonesia)," paparnya.
Menurutnya sepanjang 2023, OJK DIY telah melaksanakan 71 kegiatan edukasi keuangan baik yang dilakukan secara offline maupun online dengan total peserta sebanyak 7.631 orang yang tersebar di wilayah DIY maupun wilayah lainnya di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








