Ekonomi DIY Bisa Tembus 6 Persen, KADIN: Syarat Belanja Wisatawan Naik
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Jogja International Heritage Walk (IST)
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut sportourism dapata menjadi alternatif untuk mengisi masa low season.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan sportourism merupakan kegiatan wisata yang fleksibel.
Bobby menyebut DIY punya potensi besar terkait dengan sport tourism. Sebab DIY memiliki beberapa sarana dan prasarana yang bisa digunakan untuk kegiatan tersebut. Termasuk dikombinasikan dengan destinasi menarik.
"Sangat potensial untuk mengisi masa low season dan impact secara ekonomi sangat bagus karena sifatnya mass tourism," paparnya, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: BOB Sunset Run 2023, Olahraga sambil Menikmati Indahnya Pansela
Menurutnya sportourism sangat penting digelar sebagai pelengkap kegiatan event yang bisa membantu saat low season. Ia menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan sport tourism.
Seperti perizinan satu pintu untuk kelancaran kesiapan sebuah kegiatan. Lalu sisi keamanan dan keselamatan di setiap area yang digunakan.
"Konsisten dan komitmen penyelenggara agar event sport tourism secara kepastian periodenya juga bisa dipastikan dan menjadi calender of event yang jelas dan pasti."
Baca Juga: WAKIL KETUA JIHW: Jatuh Bangun Bawa Nama Indonesia ke Internasional
Wakil Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) DIY, Tazbir Abdullah menyampaikan sport tourism yang bertumbuh dengan cepat di DIY merupakan angin segar bagi sektor pariwisata. Alam dan lingkungan budaya DIY mendukung penyelenggaraan event tersebut.
"Salah satu yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah Jogja International Heritage Walk (JIHW), 18-19 November 2023. Ribuan peserta domestik dan mancanegara sudah mendaftar," ucapnya.
Baca Juga: Tak Kalah dari Malioboro, Kotagede Bisa Jadi Alternatif Wisata Akhir Tahun di Jogja
Dia menyebut budaya yang menyatu dengan keseharian masyarakat menjadi keunikan tersendiri. DIY juga punya kawasan pegunungan, pantai dan juga heritage yang punya nilai jual tinggi.
"Yang penting kemudahan dalam perijinan dan dukungan masyarakat lokal. Terus gencarkan promosi dan perbanyak event berbasis sport tourism baik level nasional maupun internasional."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% di awal 2026. Kadin optimistis tembus 6% jika belanja wisatawan dan ekspor meningkat.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.