Advertisement
Daya Beli Turun, Asita DIY Sebut Wisatawan Banyak Pilih Homestay ketimbang Hotel
Ilustrasi homestay. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Asita DIY berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY terkait dengan wisata DIY. Selain tiket yang mahal, tidak adanya lonjakan yang signifikan juga dipengaruhi daya beli yang turun.
Daya beli yang turun ini menyebabkan wisatawan memilih homestay untuk menginap, daripada pesan kamar hotel berbintang. Homestay dipilih karena bisa menampung banyak orang 10-12 orang daripada sewa 3-4 kamar di hotel. "Mending cari satu rumah bisa 10-12 orang, ini juga sedang digandrungi wisatawan domestik," tuturnya.
Advertisement
BACA JUGA: Sebaran Belum Merata, Kualitas dan Kuantitas Homestay di Bantul Perlu Ditingkatkan
Dia menyebut Asita banyak menerima pertanyaan tentang homestay. Wisatawan lebih memilih homestay sehingga bisa untuk berkumpul sekeluarga. "Mereka gak mau di hotel jadi homestay, bisa berkumpul beberapa keluarga, ini sering kami temui," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hari Jadi ke-73, DPRD Kulonprogo Anjangsana ke Panti Asuhan
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- 75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI
- Harga Emas Pegadaian Naik, Galeri24 Rp2,59 Juta per Gram
- Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
- Modus Penipuan Kartu Kredit Meningkat, BRI Beri Warning
- IHSG Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yakin Tren Berlanjut
- Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp1.917 Triliun, Shortfall Rp271 T
- Kunjungan Wisman via YIA November 2025 Turun Secara Bulanan
Advertisement
Advertisement



