Advertisement
Kadin DIY Optimis Ekonomi Masih Stabil di Tengah Pelemahan Rupiah
Ilustrasi uang rupiah / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY optimis pertumbuhan ekonomi DIY masih akan stabil di tengah pelemahan rupiah.
Wakil Ketua Bidang Keuangan, Perbankan, Keuangan Syariah, dan Pasar Modal Kadin DIY, Wawan Harmawan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2024 kurang lebih sama dengan tahun lalu.
Advertisement
BACA JUGA: Hari Ini Harga Telur Ayam Terpantau Naik hingga Rp31 Ribu per Kilogram
Dia menyebut saat ini kondisi sedang tidak baik-baik saja. Rupiah melemah di kisaran Rp16.000 per dolar AS. Di sisi lain kondisi dalam negeri pasca pemilihan presiden (Pilpres) sudah kembali guyub, sehingga mendorong optimisme.
"Kami dari pengusaha masih melihat suatu ke depan yang optimis," ucapnya, Jumat (26/4/2024).
Menurutnya pasca bertanding, kini waktunya kembali bersanding. Dan pengusaha kembali fokus untuk mendorong perekonomian dan saling bersinergi menghadapi situasi saat ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, di tengah pelemahan rupiah, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 6,25%. Sehingga akan berdampak juga pada kenaikan suku bunga bank.
BACA JUGA: Per Maret 2024, APBN Surplus Rp8,1 Triliun
Ia berharap agar kenaikan suku bunga bank ini tidak terlalu memberatkan UMKM. Sehingga tetap bisa survive, pasca kebijakan restrukturisasi pandemi Covid dicabut.
"Paling penting diharapkan satu solusi khusus bagi UMKM," jelasnya.
Wawan mengatakan sejauh ini belum ada gejolak. Bahkan pasca Pilpres perekonomian juga masih stabil. "Dengan adanya Pemilu masih steady lah," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








