Advertisement
Pengeluaran Konsumen Muslim Capai 2,29 Triliun Dolar AS Per Tahun, Indonesia Jadi Pasar Halal Terbesar
Seminar Peluang serta Tantangan Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah di Era Global yang digelar FIAI UII, Kamis (30/5/2024). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendeteksi pengeluaran konsumen muslim di tahun 2022 mencapai angka 2,29 Triliun Dolar Amerika Serikat. Indonesia menjadi pasar terbesar produk halal dengan konsumen muslim, meski demikian belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Data tersebut naik sekitar 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Trennya naik terus setiap tahun, bahkan beberapa produk halal dari Indonesia banyak yang populer di luar negeri, salah satunya kosmetik," kata Direktur Infrastruktur Ekosisem Syariah KNEKS dalam MoU dan seminar Peluang serta Tantangan Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah di Era Global yang digelar FIAI UII, Kamis (30/5/2024).
Advertisement
BACA JUGA : Jelang Lebaran, Gerai Fesyen Mulai Diserbu Pengunjung
Adapun rincian kenaikan pengeluaran konsumen muslim itu terdiri atas makanan halal naik 9,6%, keuangan syariah naik 17%, perjalanan ramah muslim naik 17%, belanja fesyen muslim naik 8,4%, farmasi dan kosmetik halal naik 7,8% dan 14,3%.
"Indonesia merupakan pasar produk halal terbesar namun potensi sumber daya belum dioptimalkan. Produksi dan layanannya masih bersifat konvensional," katanya.
Tantangan lain, kata dia, kesadaran produsen terhadap produk halal di Indonesia masih rendah sehingga belum menempatkannya di level penting. Selain itu dari sisi aspek permintaan masih rendah karena sosialisasi yang masih minim. Kampus memegang peran penting dalam pengembangan industri halal ke depan.
"Selain itu belum banyak infrastruktur atau kawasan industri yang fokus pada pemenuhan kriteria halal. Oleh karena itu kami berharap perguruan tinggi melalui berbagai perangkatnya turut membantu mendorong pengembangan industri halal di Indonesia," katanya.
BACA JUGA : Belanja Busana Muslim Capai Rp300 Triliun per Tahun
Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan hakekat dari industri halal seharusnya tidak hanya menyasar kalangan muslim namun juga nonmuslim, salah satunya hotel berbasis syariah. Menurutnya ketika hukum syariah dijalankan, harus memberikan rasa aman bagi nonmuslim, sebaliknya akan jadi persoalan ketika syariah dijalankan namun tidak memberikan rasa aman bagi nonmuslim.
"Menariknya lagi sekarang negara dengan jumlah populasi muslim yang rendah mereka justru mengembangkan secara pesat industri halal, sampai pada rantai pasok halal, pariwisata halal. Karena ekonomi syariah tidak hanya untuk kalangan muslim tetapi justru menjadi rahmat atau kebaikan bersama," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








