Advertisement
Ekonom UGM Berharap Pemerintahan Baru Fokus ke Sektor Pertanian
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka menyampaikan keterangan pers seusai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (24/4/2024). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Kaprodi S3 Ilmu Ekonomi FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Catur Sugiyanto berharap kepada pemerintahan baru nanti untuk fokus pada sektor pertanian. Khususnya terkait ketahanan pangan.
Dia menjelaskan di masa depan ketidakpastian akan semakin tinggi. "Sehingga ketahanan pangan harus semakin diperkuat," ucapnya, Jumat (18/10/2024).
Advertisement
Selain itu, menurutnya keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil, koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus benar-benar nyata. Sebab mereka butuh pendampingan, bukan persaingan apalagi bersaing dengan perusahaan multinasional.
Ia menyarankan agar pemerintah fokus memberikan pendampingan kepada UMKM dan petani. Di mana kontribusinya lebih dari 90 persen kelompok usaha dan lebih dari 60 persen penduduk.
"Fokus mendampingi UMKM dan petani," lanjutnya.
BACA JUGA: Prabowo-Gibran Dilantik 20 Oktober, Ini Pesan dan Harapan Sultan Jogja
Ekonom UGM, Akhmad Akbar Susamto menyampaikan jelang pergantian pemerintahan kondisi ekonomi nasional bisa dibilang tidak terlalu buruk. Sebab ekonomi masih tumbuh di angka 5 persen. Akan tetapi yang dihadapi dari sisi ketahanan ekonomi.
Pasca pandemi jumlah pekerja sektor informal jauh lebih besar yakni 84,13 juta orang atau setara dengan 59,17 persen dari total pekerja. Sehingga kondisi ketenagakerjaan belum pulih sepenuhnya.
Pemerintahan baru menurutnya akan sibuk menghadapi tantangan dari dalam sisi pemerintahannya sendiri. Kementerian Keuangan menyatakan terjadi defisit anggaran APBN per Juli 2024 sebesar Rp93,4 triliun.
"Walaupun dinyatakan angka tersebut masih sesuai dengan rancangan APBN, tapi perlu diperhatikan bahwa hal ini berdampak pada ruang fiskal pemerintah," ucapnya dalam keterangan resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






