Advertisement
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat Selasa Pagi Menguat
Ilustrasi rupiah. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan mata uang Selasa (20/5/2025) pagi sebesar 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.425 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.434 per dolar AS.
Pada Senin (19/5/2025) rupiah ditutup menguat 0,07% ke Rp16.433 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS melemah 0,70% ke 100,38.
Advertisement
Sementara itu, beberapa mata uang kawasan Asia Pasifik ditutup bervariasi. Yen Jepang ditutup menguat 0,54%, lalu dolar Hong Kong melemah 0,07%, dolar Singapura menguat 0,41%, dolar Taiwan melemah 0,09%, dan won Korea menguat 0,73%.
Kemudian peso Filipina melemah 0,10%, rupee India menguat 0,13%, yuan China stagnan, ringgit Malaysia melemah 0,04%, dan baht Thailand menguat 0,75% terhadap dolar AS.
Seperti dikutip Bisnis.com, jaringan Harianjogja.com dari Bloomberg terjadi aksi jual surat utang Amerika Serikat (US Treasury) pada perdagangan kemarin. Selain itu, nilai tukar dolar AS juga tertekan oleh sentimen ketidakjelasan kebijakan dagang Donald Trump, ekskalasi beban fiskal dan kekhawatiran soal independensi The Fed.
BACA JUGA: Ojol Gelar Demo, Gojek Jamin Layanan Pelanggan Tetap Jalan
Kombinasi dari sentimen-sentimen tersebut dinilai mendorong investor untuk melakukan diversifikasi aset investasi ke luar AS.
"Dengan kombinasi ketidakpastian tersebut, ditambah penurunan peringkat utang AS, ada sedikit capital flight dari aset berbasis dolar AS," ujar Brendan McKenna, ekonom Wells Fargo di New York, dikutip dari Bloomberg, Selasa (20/5/2025).
Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif, tetapi berpotensi ditutup menguat pada rentang Rp16.370-Rp16.440 per dolar AS
Ibrahim menjelaskan Moody's menurunkan peringkat investasi AAA AS selama akhir pekan. Penurunan ini karena kekhawatiran atas utang pemerintah AS yang meningkat dan kurangnya langkah-langkah yang jelas untuk mengatasi masalah tersebut.
Penurunan peringkat tersebut membebani sentimen, yang dipicu oleh deeskalasi dalam pertukaran tarif AS-China yang mereda menjelang akhir minggu lalu.
Di sisi lain, sentimen juga datang dari utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan pada Minggu bahwa setiap kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran harus mencakup perjanjian untuk tidak memperkaya uranium, sebuah komentar yang dengan cepat menuai kritik dari Teheran.
Di Eropa, ketegangan antara Estonia dan Rusia meningkat setelah Moskow menahan sebuah kapal tanker minyak milik Yunani pada Minggu setelah meninggalkan pelabuhan Laut Baltik Estonia.
Ibrahim menuturkan fokus saat ini adalah pada lebih banyak sinyal ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, termasuk pertemuan Reserve Bank of Australia, data inflasi konsumen Jepang, dan sejumlah pembicara The Fed AS.
Dari domestik, sentimen datang dari pasar yang merespons positif tentang kontribusi penghiliran terhadap capaian investasi Indonesia yang terus meningkat. Pada kuartal I/2025, program hilirisasi berhasil membawa investasi Rp136,3 triliun dari keseluruhan investasi periode tersebut yang sebesar Rp465,2 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Buka Hingga 22.00 WIB, Urai Arus Balik
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Rencana WFH Seminggu Sekali Dinilai Belum Efektif Hemat BBM
- Update Harga Emas Hari Ini, Antam Naik, UBS dan Galeri24 Turun
- BI DIY: Inflasi Maret Berpotensi Naik Dipicu Permintaan Jelang Lebaran
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Advertisement







